HUT RI ke-75, 8 Buku Wajib untuk Mengenal Sejarah Indonesia

Art & Culture14 August 2020

By Rizka Putri Sonia

HUT RI ke-75, 8 Buku Wajib untuk Mengenal Sejarah Indonesia

“Jangan pernah melupakan sejarah. Ini akan membuat dan mengubah siapa diri kita.” - Ir. Soekarno


Hari kemerdekaan menjadi momentum terbaik untuk mengingat perjuangan bangsa Indonesia mengibarkan bendera merah putih 75 tahun lalu. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui perjalanan sejarah Republik Indonesia.

Rekomendasi buku di bawah ini dapat membantu Anda untuk memahami sejarah Indonesia mulai dari masa sebelum kemerdekaan hingga saat ini.

1. Tetralogi Buru (1980) oleh Pramoedya Ananta Toer

akubaca.com

akubaca.com

Siapa yang tidak mengenal Pramoedya Ananta Toer? Penulis “Bumi Manusia” ini dikenal sebagai penulis novel yang aktif dalam menuliskan sejarah sastra Indonesia. Dalam seri Tetralogi Buru yang berisi empat kisah berkesinambungan ini, Pramoedya mengungkapkan sejarah keterbentukan nasionalisme pada awal masa kebangkitan nasional serta pengukuhan seorang tokoh pers bernama Tirto Adhi Soerjo yang diceritakan sebagai tokoh Minke dalam kisahnya. Empat kisah Tetralogi Buru ini adalah “Bumi Manusia” (1980; 1981), “Anak Semua Bangsa” (1981), “Jejak Langkah” (1985), dan “Rumah Kaca” (1988).

2. A History of Modern Indonesia (2005) by Adrian Vickers

goodreads.com

Buku yang dituliskan oleh penulis dan sejarawan asal Australia ini mengisahkan sejarah Indonesia sejak masa penjajahan hingga menjadi sebuah negara modern. Ditulis berdasarkan hidup dan kisah yang dituang oleh penulis terkenal Pramoedya Ananta Toer, Vickers menuliskan kisah sejarah Indonesia dari masa di bawah penjajahan Belanda, masa perjuangan hingga kemerdekaan, masa Orde Lama danOrde Baru, hingga masa Reformasi dan Peristiwa Bom Bali pada 2002 silam.

3. Nathaniel’s Nutmeg: Or, the True, and Incredible Adventures of the Spice Trader Who Changed the Course of History (2000) by Giles Milton

goodreads.com

Kisah mengenai kedatangan koloni Eropa pada 400 tahun lalu untuk memonopoli rempah-rempah Indonesia dikisahkan di buku ini. Buku ini menceritakan kekerasan serta perseteruan yang terjadi sejak masuknya Belanda dan Hindia Timur dengan “Suku Rempah” untuk memperebutkan hak atas rempah-rempah di wilayah Indonesia.

4. Di Bawah Bendera Revolusi (1959) oleh Soekarno

goodreads.com

Seorang orator unggul dan pemimpin yang penuh semangat patriotisme merupakan titel yang melekat pada diri Ir. Soekarno. Kisah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia semasa pemerintahannya diceritakan dalam buku yang dirilis dalam empat jilid ini. 20 pidato presiden pertama Indonesia setiap kali memperingati Hari Kemerdekaan sejak 1946-1964 tertulis di sini. Pidato-pidato tersebut dikenal menggugah semangat patriotisme serta optimisme

5. Catatan Seorang Demonstran (1983) oleh Soe Hok Gie

mojokstore.com

Pergolakan pemikiran seorang pemuda yang dituliskan sebagai Soe Hok Gie menjadi kisah utama dalam buku ini. Gie digambarkan sebagai sosok pemuda yang sering melakukan perbincangan terbuka terhadap dirinya sendiri. Melalui konversasi yang kerap menunjukkan kontradiksi dalam dirinya tersebut, buku ini kerap menceritakan persoalan sosial politik Indonesia modern, keadaan Indonesia dalam sudut pandangnya, serta berbagai kritik keras Gie yang bahkan tak segan menyebut nama pada koran-koran.

6. Aku Ingin Jadi Peluru (2000) oleh Wiji Thukul

Leojuliawan.net

Karya ini berisi berbagai bentuk kritik dan protes semasa pemerintahan Orde Baru. Selain surat kabar, puisi menjadi salah satu media yang kerap digunakan oleh para demonstran dahulu. Wiji Thukul yang dikenal sebagai seorang aktivis HAM ini juga kerap menuliskan aksi protesnya dalam bentuk puisi. Sosok yang juga dikenal sebagai “Penyair Pelo” ini dinyatakan hilang pada tahun 1998 secara misterius. Karya-karyanya kemudian dibukukan dalam karya ini, sedangkan kisah tragisnya dituliskan dalam buku lain berjudul “Istirahatlah Kata-Kata” (2016).

7. Unfinished Nation: Indonesia Before and After Soeharto (2008) oleh Max Lane

amazon.com

Bertentangan dengan kisah dari sebagian besar buku sejarah Indonesia lainnya, Max Lane berpendapat bahwa Reformasi Indonesia pada tahun 1998 lalu “belum selesai”. Dalam artian, transformasi politik besar-besaran di Indonesia kerap kali diarahkan oleh kelompok-kelompok perlawanan kecil yang sukses menggulingkan Orde Baru, salah satu diktator paling “abadi” pada zamannya.

8. Indonesia, Etc.: Exploring the Improbable Nation (2015) oleh Elizabeth Pisani

goodreads.com

Buku ini menceritakan tentang kehidupan di pulau-pulau terluar di Indonesia, yakni Sumba, Kei, dan Timor. Dituliskan oleh mantan jurnalis, Elizabeth Pisani membuka jalan bagi para pembaca untuk mengenal Indonesia lebih dalam lagi.