Share
Private Viewing: Koleksi Terbaru Iwan Tirta "Sakanti Samasta"
Jasmine Ayunda
10 October 2022

Iwan Tirta Private Collection luncurkan Runway Collection 2023 yang terinspirasi oleh akulturasi budaya Indonesia bertajuk Sakanti Samasta.


Terjadinya akulturasi pada suatu budaya tidak selalu berujung menjadi sesuatu yang negatif, hal tersebut diinterpretasikan lewat koleksi runway terbaru Iwan Tirta Private Collection (ITPC). Melihat wujud keindahan akulturasi budaya di daerah pesisir Jawa, kata Sakanti yang memiliki arti ‘keindahan’ dan Samasta yang berarti ‘penyatuan’, sangat tepat untuk mendeskripsikan koleksi Sakanti Samasta yang dipresentasikan bersamaan dengan peringatan Hari Batik 2022. Tak hanya menampilkan deretan koleksi busana terbaru, ITPC menghadirkan fashion yang digabungkan dengan kisah fiksi yang terdapat dibaca dan didengar secara virtual dengan format audio.

Adinia Wirasti, seorang aktor kebanggan Indonesia yang juga dikenal dengan fasinasinya terhadap seni batik dan budaya Indonesia, didapuk sebagai penulis cerita dongeng Sakanti Samasta. Harapan dari kolaborasi ini adalah mempersatukan fashion dengan sebuah dongeng agar batik tidak hanya diapresiasi secara visual tetapi juga cerita filosofi yang terkandung di dalamnya, pun menghibur dan mampu menyampaikan nilai-nilai moral terutama bagi generasi muda.

Koleksi “Sakanti Samasta” ditampilkan dalam tiga sequence atau tiga tema utama, yaitu Qian, Saga dan Kai. Sequence Qian bertema peranakan atau akulturasi budaya Tionghoa dengan konsep warna Yin-Yang juga diwarnai palet warna yang menjadi simbol kemakmuran pada budaya Tionghoa. Dalam sequence ini, motif-motif seperti Liong, Barong, Lokcan, Merak, dan Phoenix ditonjolkan sebagai ikon motif utama. Sequence Saga menampilkan motif-motif batik dengan akulturasi budaya Eropa, khususnya Belanda yang terepresentasi melalui koleksi bernuansa biru, jingga, serta putih. Pewarnaan dengan teknik Lasem memberikan kesan akhir yang lebih earthy. Motif batik yang ditampilkan pada sequence ini terinspirasi dari dongeng klasik yang dilengkapi dengan stilasi hewan seperti; rusa, merak, dan burung. Ikon motif Eropa, yaitu Buketan (hand bouquet) juga dihadirkan dengan motif utamanya yaitu bunga Tulip. Terakhir, sequence Kai mencerminkan akulturasi budaya Jepang tampil dalam variasi koleksi yang sarat akan warna cerah yang mengedepankan penggunaan teknik Coletan. Teknik pewarnaan coletan ini memungkinkan untuk dapat menampilkan komposisi warna cerah dan beragam. Pada beberapa look, batik ditampilkan dalam pewarnaan gradasi serta teknik patchwork dalam mengaplikasikan elemen batiknya. Ciri khas dari motif sequence yang terinspirasi dari akulturasi budaya Jepang ini terletak pada kombinasi antara kupu-kupu dan bunga sakura.