Perdebatan Mengenai Gambaran Tubuh Ideal Masih Berlangsung Hingga Kini, Seperti Apa Tubuh Ideal Itu?
Ferrell Sahlah Anfasyah
06 December 2022

Globalisasi media telah membuka jalan bagi penggunaan iklan dan televisi untuk menggunakan gambar tubuh wanita kurus dalam penjualan produk dan iklan yang dilihat oleh wanita di seluruh dunia.


Media yang ada saat ini terus-menerus membombardir penonton atau pembacanya dengan stereotip penampilan "wanita cantik" harus dengan "tubuh yang sempurna". Namun pada kenyataannya banyak survey mendapatkan fakta bahwa pria dan wanita merasa kurang percaya diri dengan Body Image mereka sehingga perdebatan mengenai tubuh ideal masih hangat hingga hari ini.

“We don’t need Afghan – style burqas to disappear as women. We disappear in reverse – by revamping and revealing our bodies to meet externally imposed visions of female beauty.” – Robin Gerber, author and motivational speaker.

Gagasan tradisional tentang kecantikan feminin bervariasi tergantung beberapa faktor, seperti budaya dan generasi. Misalnya, stereotip kecantikan dalam sudut pandang Amerika Latin diberikan untuk wanita mungil dengan lekuk tubuh, sedangkan apresiasi orang Asia diberikan untuk wanita dengan wajah oval, rambut hitam, dan tinggi rata-rata. Ataupun masyarakat India dan Afrika akan memberikan penghargaan lebih bagi wanita yang memiliki berat badan yang sehat.

Pada kenyataannya, stereotip ini ternyata berlaku di masa lalu, globalisasi mengubah pengertian tradisional tentang kecantikan. Berdasarkan survei literatur Body Image ditemukan bahwa Ras, Etnis, Kebangsaan, Penggambaran Media, Ekonomi Media, Kepemilikan Media dan Faktor sosial merupakan penentu utama dari tubuh yang ideal. Penggambaran media tentang tubuh perempuan, ekonomi media, dan kepemilikan media terkait erat dan mendukung kepentingan kapitalis.

Industri kecantikan menyebarkan "mitos kecantikan" hingga produk mencapai target penonton melalui daya tarik nilai-nilai dan sistem kepercayaan konsumen terhadap tubuh yang ramping. Padahal, yang terpenting sebenarnya wanita harus belajar menerima tubuh mereka. Mereka dapat mengembangkan citra tubuh atau body image yang positif, dan memahami fakta bahwa setiap tubuh adalah unik dan berbeda.

Tubuh tidak perlu diubah atau dibuat khusus agar sesuai dengan standar kecantikan yang terus-menerus muncul dari layar TV atau iklan majalah. Yang terpenting, wanita perlu makan sehat dan tetap sehat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.