Deretan Berita Baik dari Perkembangan Terbaru Pandemi COVID-19

Event29 April 2020

By Larasati Oetomo

Deretan Berita Baik dari Perkembangan Terbaru Pandemi COVID-19

Setelah berbulan-bulan dilanda pandemi COVID-19, dunia mulai kedatangan berita gembira.


Per Selasa (28/4) Worldometers mencatat total 3.138.190 kasus positif COVID-19 di seluruh dunia. Di antara jutaan kasus tersebut, nyaris 1 juta di antaranya telah sembuh. Di antara sekian banyak berita mencemaskan yang acap melanda lini masa media sosial kita, berita-berita baik tentang perkembangan penanganan pandemi dari seluruh dunia mulai mencuat. Apa saja?

Perkembangan jumlah kasus positif di DKI Jakarta melambat

Pada awal bulan April 2020, DKI Jakarta menyumbang banyak kasus positif COVID-19. Berdasarkan data resmi Pemprov DKI Jakarta, terhitung sejak tanggal 12 April, terdapat penambahan kasus sebesar 3 digit per harinya dengan puncaknya pada tanggal 16 April (223 kasus). Namun, sejak akhir pekan lalu yaitu tanggal 21 April, terdapat penurunan yang cukup signifikan ke angka 2 digit dengan rata-rata kasus per hari sebesar 80.

Sejumlah negara mulai bersiap melonggarkan kebijakan social distancing

Setelah Wuhan dan sejumlah daerah di Tiongkok, Vietnam melonggarkan kebijakan karantina setelah berhasil menekan total kasus hanya pada angka 270. Italia, Belanda, Selandia Baru, dan Inggris juga bersiap melonggarkan lockdown secara bertahap pada awal Mei. PM Inggris, Boris Johnson sendiri sudah sembuh dari COVID-19 dan telah kembali bertugas.

Penurunan tingkat mortalitas global

Beberapa negara termasuk Indonesia sendiri sudah mulai menekan angka kematian dari COVID-19 per harinya. Berkat kebijakan tanggap dari Angela Merkel, Jerman menjadi negara percontohan dengan tingkat mortalitas sebesar 3,7%. Malaysia mengumumkan nol kasus kematian pada Minggu (26/4) dan Singapura bertahan pada angka mortalitas 0,001%. Indonesia sendiri telah berhasil meningkatkan angka kesembuhan hingga 3 digit per harinya, melampaui angka mortalitas pada angka 1.151 per (28/4).

Udara segar selama karantina

Selama karantina berlangsung terutama pada negara-negara padat penduduk seperti Tiongkok, Indonesia, dan AS, The Global Carbon Project mencatat penurunan emisi karbon global hingga 5%. Sumber yang sama menyebutkan bahwa ini merupakan penurunan terbesar sejak Perang Dunia II. Emisi CO2 di Tiongkok sendiri menurun drastis hingga 25 persen sejak awal diberlakukan karantina.

Sinyal positif dari prediksi berakhirnya pandemi

Singapore University of Technology and Design melaksanakan studi prediktif berdasarkan data pandemi global untuk memonitor perkiraan berakhirnya pandemi COVID-19. Berdasarkan hasil studi, 97% dari total kasus global diprediksi akan tutup pada tanggal 30 Mei 2020, 99% pada 16 Juni 2020, dan berakhir seutuhnya pada Desember 2020. Sementara di Indonesia sendiri, 97% dari total kasus diprediksi berakhir pada 26 Mei 2020 dan 99% berakhir pada 7 Juni 2020. Meskipun demikian, Luo selaku periset meningatkan bahwa studi prediktif belum tentu dapat 100 persen akurat.

Foto PEXEL