Women of Osteria GIA merayakan perempuan inspiratif melalui kisah Rossa, Putri Tanjung, dan Happy Salma tentang kepemimpinan, autentisitas, dan kesuksesan yang berdampak.
Berlatar di restoran Italia bergaya modern Osteria GIA by ISMAYA Group, tiga perempuan inspirasional, Rossa, Putri Tanjung, dan Happy Salma, menampilkan tujuan hidup dan kehadiran mereka melalui ekspresi feminitas yang autentik, di ruang yang mencerminkan perjalanan mereka menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Dengan bahasa yang sama, yaitu soft power, kisah ini menjadi potret generasi perempuan yang mendefinisikan ulang makna kebersamaan dan dampak yang ingin mereka ciptakan, dengan cara mereka sendiri di Indonesia masa kini.

Rossa

Menikmati suasana khas Italia di Osteria GIA by ISMAYA Group bersama HighEnd, penyanyi legendaris ini berbicara tentang sebuah warisan yang hidup melalui lagu-lagu, dari satu era ke era berikutnya.
Tak banyak suara di Indonesia yang mampu menyampaikan emosi seperti Rossa. Selama tiga dekade di industri musik Indonesia, balada-baladanya telah menjadi soundtrack cinta, kehilangan, dan berbagai jenis perasaan hati.
Sejak debutnya di usia 17 tahun pada tahun 1996, karier Rossa telah berkembang dengan konsisten. Album perdananya yang diluncurkan pada tahun 1999, Tegar, menjadi awal dari lebih dari selusin album lainnya yang diluncurkan oleh Rossa, yang menjadikannya salah satu penyanyi papan atas di Indonesia. Di luar musik, dunia Rossa terus berkembang, termasuk Rossa Beauty, yang menampilkan selera pribadinya dalam wewangian dan make-up.
Ketika ditanya tentang momen-momen yang berkesan, Rossa tidak langsung mengacu pada penghargaan atau konser yang tiketnya terjual habis, meskipun dia telah sukses mengadakan banyak konser di Malaysia, Singapura, dan Brunei. Ia justru berbicara tentang legacy. “Lagu-lagu yang saya rilis bertahun-tahun lalu sekarang dinikmati oleh anak-anak, bahkan lebih muda dari anak saya sendiri,” katanya sambil tersenyum. Baginya, itulah keajaiban musik yang sejati.
Namun, walaupun dengan kehadiran yang cukup kuat dan langgeng di industri hiburan tanah air, tantangan terus berkembang seiring waktu. "Tantangan terbesar baru-baru ini adalah paparan dari media sosial," akunya. "Saya tidak terlalu banyak berbagi kehidupan pribadi saya, dan saya menyaring apa yang saya ikuti. Saya fokus pada masukan yang dapat membantu saya berkembang. Saya lebih suka mengonsumsi berita positif," jelasnya.
Memilah akan apa yang benar-benar penting, dalam banyak hal, mencerminkan bagaimana ia menjalani hidup di luar panggung, di mana momen jeda dan koneksi menjadi penting. Meluangkan waktu sejenak dalam kampanye terbaru Osteria GIA, Rossa menganggap destinasi ini tak hanya sebagai tujuan bersantap, tetapi juga sebagai tempat yang nyaman. Di sini, percakapan mengalir dengan mudah dan waktu seolah melunak di tengah santapan bersama dengan cita rasa Italia yang kaya. "Tidak peduli seberapa sukses seorang wanita, dia tetap akan memilih tempat di mana dia merasa nyaman," katanya sambil tersenyum. Dikelilingi oleh wanita-wanita yang fokus dan percaya diri, menjadikan suasananya berbeda. "Kita harus memilih tempat yang mewakili siapa diri kita," tambahnya. Karena pada akhirnya, tempat dan suasana yang akan mempengaruhi bagaimana perasaan kita, yang nantinya juga menginspirasi bagaimana kita berkarya di dunia dan legacy apa yang kita tinggalkan.
Putri Tanjung

Sebagai salah satu pengusaha muda paling berpengaruh di Indonesia, Putri Tanjung bergabung bersama ISMAYA dan Osteria GIA dalam merayakan perempuan-perempuan inspiratif. Bagi Putri, kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang menciptakan peluang yang mampu memberdayakan komunitas dan membuka jalan bagi generasi mendatang.
Sebagai entrepreneur dan pemimpin bisnis, Putri percaya bahwa setiap perjalanan harus berakar pada nilai dan niat yang baik. "Sebelum memulai sesuatu, kita perlu mengingat kembali nilai apa yang kita bawa dan memastikan semuanya dimulai dengan niat yang baik. Ketika kita memulai dengan niat yang baik, perjalanan itu akan terasa lebih bermakna dan semoga bisa memberikan dampak positif bagi orang lain," ujarnya.
Di tengah dunia yang terus berubah, ia menilai kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama. Menurutnya, pertumbuhan menuntut keberanian untuk terus belajar sekaligus melepaskan pola pikir lama yang sudah tidak lagi relevan. "Kita tidak boleh terlalu nyaman dengan apa yang sudah kita ketahui. Terkadang kita harus berani unlearn dan membuka diri terhadap perspektif baru," katanya.
Putri juga mengakui bahwa rasa tidak percaya diri tetap hadir di balik berbagai pencapaiannya. Namun, ia memilih untuk tidak membiarkan rasa takut menghalangi langkahnya. "Rasa insecure akan selalu ada. Namun, ketika kita berfokus pada niat yang baik dan tujuan yang bermakna, rasa takut itu akan terasa lebih mudah untuk dilalui," ungkapnya.
Bagi Putri, pencapaian terbesar bukanlah jabatan atau penghargaan, melainkan dampak yang berhasil diciptakan bagi orang lain. "Terkadang, apa yang kita lakukan harus lebih besar daripada diri kita sendiri. Ketika kita mampu membangun ekosistem, komunitas, dan platform yang membuka peluang sekaligus memberdayakan orang lain, itulah pencapaian terbesar," tuturnya.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam dukungannya terhadap pemberdayaan perempuan. Melalui kolaborasinya bersama ISMAYA dan Osteria GIA, Putri merayakan perempuan yang saling menguatkan dan mendorong perubahan. "Kita harus berjalan berdampingan dan saling membantu untuk memecahkan semua glass ceiling yang masih ada."
Kolaborasi ini terasa semakin bermakna karena Osteria GIA juga memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidupnya, mulai dari pertemuan bisnis hingga momen-momen perayaan bersama orang terdekat. "Kalau kampanyenya tentang perempuan, saya selalu menjadi pendukung nomor satu," tutupnya.
Happy Salma

Happy Salma percaya bahwa kesuksesan sejati bukan diukur dari pencapaian pribadi, melainkan dari kemampuan untuk menginspirasi orang-orang terdekat.
Melalui kampanye terbaru Osteria GIA by ISMAYA Group, aktris sekaligus pegiat budaya ini membagikan pandangannya tentang kebahagiaan, komunitas, dan kekuatan perempuan untuk saling mendukung.
Bagi Happy Salma, inspirasi tidak selalu lahir dari jawaban yang pasti. Ia mengaku masih terus belajar memahami dirinya sendiri. Namun, satu hal yang diyakininya adalah pentingnya menemukan kebahagiaan dari dalam diri. Menurutnya, ketika seseorang benar-benar bahagia, ia akan mampu merayakan keberhasilan orang lain tanpa rasa iri, sekaligus menunjukkan empati kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Happy juga menyoroti bahwa tantangan terbesar yang dihadapi perempuan sering kali berasal dari diri sendiri. Standar yang dibentuk oleh ekspektasi sosial dan penilaian orang lain kerap membuat perempuan lupa mengenali nilai dirinya. Karena itu, ia percaya bahwa proses mengenal diri merupakan perjalanan yang harus terus dilakukan, meski tidak selalu mudah.
Pandangan tersebut juga menjadi fondasi dalam berbagai karya yang ia bangun, termasuk komunitas teater yang dirintisnya dari nol. Baginya, ketika seseorang benar-benar mencintai apa yang dikerjakan, akan selalu ada jalan untuk mewujudkannya. Namun, saat ditanya mengenai pencapaian terbesar dalam hidupnya, Happy justru tidak menyebut karier ataupun penghargaan.
Ia percaya bahwa keberhasilan paling bermakna adalah ketika apa yang ia lakukan mampu menginspirasi anak-anak, pasangan, keluarga, dan orang-orang terdekatnya. Sejalan dengan semangat kampanye Osteria GIA yang merayakan perempuan modern, Happy berharap semakin banyak perempuan dapat saling mendukung tanpa saling menghakimi. Sebab, menurutnya, komunitas bukan hanya pelengkap menuju kesuksesan, melainkan bentuk kesuksesan itu sendiri.




