Ketika Jon dan Jess Bertemu, Perjalanan Cinta Jonathan Natakusuma dan Jessica Tanoesoedibjo
Listya Manopo
30 July 2022

Pernikahan adalah simbol dimulainya kehidupan yang baru untuk dua sejoli yang saling mencintai. Sebuah langkah awal untuk mengarungi suatu bahtera yang disebut dengan perkawinan. Pernikahan terbesar tahun ini menyatukan Jonathan Natakusuma Sariatmadja dan Jessica Herliani Tanoesoedibjo.


Jessica, putri ketiga dari Hary dan Liliana Tanoesoedibjo, dan Jonathan, putra dari Fofo dan Susy Sariaatmadja, resmi menikah pada tanggal 22 April 2022. Jessica menceritakan bahwa awal pertemuannya dengan Jonathan adalah melalui bantuan teknologi, yaitu bertemu secara virtual, setelah dikenalkan oleh teman mereka. “Saya tak akan pernah lupa pertemuan itu karena bersamaan dengan ulang tahun pernikahan orang tua saya yaitu 22 Oktober. Teman kami memperkenalkan kami satu sama lain dalam konteks pelayanan agama. Saya sedang mengerjakan proyek penerjemahan Alkitab, dan diberi tahu bahwa Jon ingin membantu. Ternyata itu semua adalah rencana mereka untuk menjodohkan kami berdua.”

“Kesan pertama saya terhadap Jon, ia adalah pria yang pintar dan rendah hati. Yang mengejutkan adalah ketertarikannya pada orang-orang berkebutuhan khusus, karena pada saat itu saya sedang menyelesaikan program Master untuk Special Education. Bisa dibilang kami berdua langsung cocok satu sama lain karena ketertarikan yang sama.”

Match made in heaven, adalah kalimat yang sering diucapkan oleh keluarga dan teman-teman mereka berdua. Jonathan dan Jessica menyadari bahwa memiliki basis nilai dan kepercayaan yang sama itu penting, terlebih dalam komitmen pribadi mereka terhadap agama mereka. “Agama kami adalah inti dari identitas kami berdua, oleh karena itu agama adalah hal yang terpenting dalam mencari pasangan bagi kami,” terangnya.

Apakah benar bahwa dua kutub yang berbeda akan menarik satu sama lain? Untuk Jonathan dan Jessica, itu benar adanya, walaupun juga disertai oleh ketertarikan yang sama. “Kesamaan kami membuat kami cocok satu sama lain, dan perbedaan kami saling melengkapi satu sama lain. Jon lebih praktis, dan saya lebih abstrak. Dia pemikir, dan saya perasa.”

“Tapi yang terpenting adalah kami berdua berada dalam frekuensi yang sama. Jon sering berkata bahwa yang membuatnya tertarik kepada saya adalah idealisme saya untuk merubah dunia ini. Dan saya dapat mengatakan yang sama tentang dirinya.”

Untuk membaca wawancara selengkapnya, Anda dapat melihatnya di majalah HighEnd edisi Juli 2022. Dapatkan di toko buku terdekat atau pesan di Whatsapp +62857 7143 3228.

Sumber foto: Max (Moire Photo) & David Salim