Kenali 5 Tanda - Tanda Gaslighting dalam Hubungan Anda
Putrika Annaya Salsabila
22 June 2022

Hubungan dengan pasangan mungkin memang tidak melulu soal bahagia. Tidak jarang Anda dihadapi oleh berbagai tantangan. Namun, bagaimana jika ternyata pasangan Anda adalah sumber dari permasalahan tersebut?


Pernahkah Anda berada di dalam sebuah hubungan yang selalu membuat Anda meragukan diri sendiri? Jika pernah, maka Anda bisa saja telah menjadi korban dari gaslighting. Gaslight sendiri mengacu pada tindakan merusak realitas orang lain dengan menyangkal fakta, lingkungan di sekitar mereka, atau perasaan mereka.

Pelaku gaslight atau disebut gaslighter cenderung berbohong dan memanipulasi untuk mendistorsi realitas Anda. Seiring berjalannya waktu, taktik pengendalian ini akhirnya dapat mengikis kepercayaan diri Anda hingga Anda tidak lagi memercayai naluri dan perasaan diri sendiri. Akibat sifat taktiknya yang halus, gaslighting sebenarnya sulit dideteksi. Namun, jangan khawatir sebab ada beberapa tanda peringatan yang bisa Anda perhatikan untuk menyadari perilaku gaslight.

Pasangan Anda Mengoreksi Ingatan Anda

Gaslighter dapat dengan lihai mengoreksi memori Anda. Mereka akan mempertanyakan ingatan Anda, atau menyebabkan Anda mempertanyakan ingatan Anda tentang sesuatu peristiwa atau narasi hingga akhirnya membuat Anda percaya bahwa Anda yang salah. Gaslighting sering digunakan untuk membuat kebingungan demi menutupi kesalahannya sendiri, contohnya seperti perselingkuhan atau jenis pelecehan lainnya.

Kebohongan yang Jelas

Salah satu cara jitu untuk mengetahui bahwa Anda berurusan dengan gaslighter adalah ketika mereka menyangkal fakta yang sebenarnya, padahal Anda berdua tahu itu benar. Tujuannya adalah untuk membuat Anda mempertanyakan persepsi Anda tentang apa yang terjadi. Hal tersebut dapat membuat Anda berpikir sendiri, “Oh, mungkin saya hanya salah tangkap atau mungkin saya tidak benar-benar melihatnya melakukan itu.”

Menginvalidasi Perasaan Anda

Tanda peringatan lainnya adalah Anda menjadi sering bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya terlalu sensitif?" Gaslighter akan menanggapi kekhawatiran Anda dengan memutarbalikkan masalah, bahkan menyatakan kalau ada yang tidak beres dengan Anda. Mereka mungkin akan memberitahu Anda bahwa Anda bereaksi berlebihan, atau terlalu emosional. Pada akhirnya, Anda kehilangan kepercayaan pada penilaian Anda sendiri

Mengabaikan Anda ketika Masalah Muncul

Teknik gaslighter klasik lainnya adalah berhenti berkomunikasi sama sekali setelah Anda menyuarakan sebuah kekhawatiran. Walaupun Anda berada tepat di depan mereka, mereka dapat bertindak seolah-olah Anda tidak ada di sana. Mereka akan menolak untuk berbicara dengan Anda atau tidak menghubungi Anda sama sekali. Hal tersebut dapat membuat Anda berpikir bahwa menyatakan masalah adalah hal yang salah sejak awal dan Anda akhirnya menyesali hal tersebut. Itulah yang diinginkan oleh gaslighter: mengalihkan perhatian dan fokus Anda dari apa pun yang membuat Anda kesal.

Kesalahan Mereka adalah Kesalahan Anda

Ketika berada di dalam hubungan dengan seorang gaslighter, kata “maaf” bukanlah ungkapan yang akan sering Anda dengar. Justru kata itu akan menjadi sesuatu yang sering Anda katakan, bahkan ketika Anda tidak melakukan kesalahan apa pun. Gaslighter ingin membuat Anda percaya bahwa Andalah yang selalu berbuat salah. Ketika gaslighter meminta maaf, biasanya itu tidak tulus. Daripada meminta maaf atas kesalahan, mereka akan meminta maaf atas reaksi Anda terhadap apa pun yang mereka lakukan.

Misalnya, mereka mungkin berkata, "Saya minta maaf karena Anda marah tentang ini," atau, "Saya minta maaf karena Anda tidak suka dengan apa yang saya lakukan." Dengan ini, mereka dapat mengalihkan kesalahan dari kejahatan mereka ke tanggapan Anda; dan sekali lagi, Andalah yang salah.

Jika Anda curiga Anda sedang di-gaslight oleh pasangan, bicarakan kekhawatiran Anda dengan pihak ketiga, seperti teman yang tidak memihak atau terapis. Menceritakan kekhawatiran Anda dengan orang lain yang terpercaya dapat membantu Anda berpikir lebih jernih untuk lalu memutuskan hal apa yang akan Anda lakukan kedepannya. Perlu diingat dengan baik juga, jika gaslighting sudah menyakiti harga diri Anda atau merugikan kesehatan mental Anda dengan cara apa pun, maka sudah saatnya untuk pergi.