Share
Keajaiban Seni Kontemporer: Karya Agus Suwage dan Nadya Jiwa Hadir dalam Dua Pameran Tunggal
Putrika Annaya Salsabila
21 May 2024

Menandai debut solo di ROH Projects, Agus Suwage dan Nadya Jiwa pamerkan karya “Ziggurat” dan “Sadar”.


ROH, galeri seni kontemporer terkemuka di ibu kota, dengan bangga mempersembahkan dua pameran tunggal yang beriringan, "Ziggurat" oleh Agus Suwage dan "Sadar" oleh Nadya Jiwa. Kedua pameran ini menandai debut solo mereka di galeri ini, menampilkan karya-karya inovatif yang mengundang refleksi dan apresiasi mendalam dari para penikmat seni.

Di Galeri Orange, Agus Suwage menggelar "Ziggurat," yang di pusatnya berdiri megah "Monumen Ego”, instalasi patung monolitik setinggi 5,5 meter. Dibuat dari panel-panel seng yang kokoh, instalasi ini mencerminkan perjalanan artistik Suwage yang sarat dengan elemen industri.

Namun, yang membuatnya benar-benar memukau adalah emulsi emas yang mengalir lembut dari atas instalasi, diterangi oleh satu lampu neon, menciptakan efek visual yang dramatis.

ROH 1

Dalam wawancaranya, Suwage menjelaskan bahwa emas bagi dirinya adalah simbol "agung" sekaligus "api atau luka”. Ini memberikan interpretasi ganda pada karya tersebut—di satu sisi, emas melambangkan kebanggaan dan kesombongan, namun di sisi lain, ia juga dapat dilihat sebagai darah yang menetes, simbol luka dan penderitaan.

Karya-karya di atas kertas yang menyertai instalasi ini, berjumlah dua belas, menampilkan potret diri Suwage dengan berbagai variasi, menggabungkan jus tembakau dan daun emas, menciptakan kontras yang menawan antara material yang kasar dan kemilau emas.

Suatu yang menarik, Suwage menggunakan emas sebagai jembatan simbolik antara dirinya dan seniman-seniman besar seperti Frida Kahlo dan Joseph Beuys. Emas menjadi metafora untuk toleransi, feminisme, dan transendensi—mengajak kita merenungkan luka dan perjalanan spiritual manusia.

Sementara itu, di Galeri Apple, Nadya Jiwa menampilkan "Sadar”, sebuah koleksi lukisan yang memperlihatkan eksplorasi artistiknya selama beberapa tahun terakhir. Dalam pameran ini, Jiwa menampilkan sensibilitasnya sebagai seorang perempuan, seorang suku Sunda, dan seorang seniman yang tumbuh di era digital.

Alia Swastika, dalam esainya, menyebut bahwa "Sadar" mengungkapkan proses kompleks kesadaran dan persepsi realitas. Jiwa menggabungkan narasi sehari-hari dan referensi budaya pop, dari buku cerita masa kecil hingga film dan lagu, menciptakan karya yang kaya akan konteks visual dan emosional. Beberapa karyanya terinspirasi dari serial televisi terkenal, sementara yang lain menggali mitos dan cerita leluhur, seperti Cipamali dan Dayang Sumbi.

ROH 2

Nadya Jiwa menghadirkan sebuah kesempatan untuk kita merenungkan subjektivitas dalam seni. Karya-karyanya mengajak kita untuk melihat ke dalam diri kita sendiri dan menghubungkan pengalaman personal dengan narasi yang lebih luas. Swastika menggambarkan karya Jiwa sebagai ruang di mana hal-hal yang asing dan tak terlihat dapat ditemukan, mengundang kita untuk menghadapi emosi dan dunia internal kita yang sering kali diabaikan.

"Ziggurat" dan "Sadar" dibuka untuk undangan khusus pada 18 Mei 2024, dan akan dibuka untuk umum mulai 22 Mei hingga 23 Juni 2024. Galeri ini tutup setiap Senin, Selasa, dan hari libur nasional. Untuk informasi lebih lanjut tentang jam operasional dan program publik, ikuti akun Instagram @rohprojects atau hubungi [email protected].