Kaya Akan Jejak Sejarah, Inilah 4 Destinasi Menarik untuk Wisata Budaya di Chinatown Singapura

Travel17 September 2021

By Annisa Indah

Kaya Akan Jejak Sejarah, Inilah 4 Destinasi Menarik untuk Wisata Budaya di Chinatown Singapura

Negara tetangga kita, Singapura, selalu menarik untuk diulik. Kaya akan keragaman budaya, Anda dapat menyelami kekayaan budaya negara ini pada tiap perjalanan anda. Salah satunya adalah Chinatown atau Pecinan, sebuah kawasan yang merayakan sejarah Singapura.


Chinatown atau Pecinan di Singapura tak hanya tempat wisata yang menyenangkan untuk icip kuliner dan belanja, namun juga tujuan wisata budaya dan sejarah yang menarik.

Sir Stamford Raffles pada rancangan kota tahun 1822, mengalokasikan area Chinatown sebagai tempat tinggal imigran asal China yang disebut Chinese Campong. Pembangunan Chinatown resmi dilakukan pada 1843. Pembangunan Chinatown dimulai dari Telok Ayer, kemudian seiring waktu dan kebutuhan terus berkembang ke Kreta Ayer, Bukit Pasoh, sampai Tanjong Pagar.

Ketika Anda menginjakkan kaki di area Chinatown, Anda dapat melihat area pertokoan dengan lentera, gapura ala oriental, dan warna ornamen merah-emas yang erat dengan budaya China. Hal menarik dari Chinatown Singapura, Anda dapat menemukan perpaduan dua sisi zaman yang harmonis. Ada sisi bersejarah yang penuh kenangan dan sisi modern yang memikat. Destinasi dan aktifitas seru yang dapat anda kunjungi ketika wisata budaya di Chinatown antara lain:

1. Berkunjung ke Masjid bersejarah, Masjid Jame (Chulia)
Masjid yang dibangun pada tahun 1826 ini memiliki arsitektur yang sangat unik karena menggabungkan elemen budaya barat dan timur. Arsitektur masjid ini menggabungkan gara Indo-Islam India Selatan, neo klasik ala eropa, dan ubin ala China. Sejak abad ke-19, Masjid Jamae masih mempertahankan bentuk aslinya. Hanya ada sedikit perbaikan dan cat ulang. Masjid Jamae Chulia ditetapkan sebagai monumen nasional pada 1974.

Wisatawan Muslim dan Non-Muslim dapat berkunjung ke masjid ini dengan aturan mengenakan busana sopan dan tertutup, serta membuka alas kaki.
Alamat: 218 South Bridge Rd, Singapura 058767

2. Mampir ke Chinatown Heritage Center
Chinatown Heritage Centre adalah tempat yang tepat untuk belajar mengenai sejarah kawasan Chinatown. Uniknya museum ini berada di kawasan pertokoan, yang memang dibuat untuk menunjukkan toko orisinal Chinatown pada 1950-an.
Di Chinatown Heritage Centre, Anda juga dapat belajar mengenai perjalanan imigran dari China ke Singapura pada akhir abad 19. Terdapat fasilitas tur audio dan pameran interaktif di museum ini.

Saat ini Chinatown Heritage Centre ditutup dalam rangka perbaikan. Nantikan pembukaan dan simak informasi waktu buka melalui situs resminya.

Alamat: 48 Pagoda Street, Singapore 059207

3. Belanja oleh-oleh khas Chinatown
Para wisatawan biasanya akan menuju Pagoda Street untuk membeli oleh-oleh Singapura seperti gantungan kunci, dompet, dan kaos dalam jumlah banyak dan harga murah.

Untuk souvenir yang benar-benar membawa nuansa Chinatown kembali ke kampong halaman anda, cobalah kedua toko ini.
Toko Pek Sin Choon, toko teh yang buka sejak 1925, menjual teh dari berbagai penjuru dunia dan aksesoris minum teh dengan bentuk lucu. Toko teh ini punya tradisi menyediakan teh gratis setiap hari di depan tokonya. Tujuan awalnya untuk melegakan dahaga para buruh yang bekerja dan tinggal di daerah sekitar toko.

Ada pula Chop Wah On, toko minyak angin dan balsam yang berkhasiat untuk kesehatan. Toko ini buka sejak 1916 dan kini juga menawarkan berbagai minyak aroma terapi dengan wangi yang harum.

4. Menikmati mural karya seniman local
Berjalan-jalan di sepanjang Chinatown, Anda akan menemukan banyak mural atau lukisan dinding karya seniman local Singapura yang menyimpan banyak cerita.

Salah satunya lukisan karya seniman Yip Yew Cheong berjudul My Chinatown Home yang menggambarkan area Chinatown zaman dulu, melalui sebuah lukisan sebuah sebuah rumah keluarga peranakan yang hangat. Mural ini berada di jalan 30 Smith Street dekat dengan Buddha Tooth Relic Temple.
Karya Yip lainnya dapat dilihat di Kuil Thian Hock Keng, di 93 Amoy Street. Lukisan dinding sepanjang 40 meter ini menceritakan perjuangan para imigran dari Fujian, China sampai ke Singapura dan kontribusi mereka terhadap Singapura modern.

Kuil bersejarah yang telah ada sejak tahun 1800an ini merupakan situs penting bagi para imigran awal-awal yang tiba di Singapura dan kemudian berdoa di kuil setelah tiba dengan selamat. Sebagian besar bagian kuil ini tetap tidak berubah di tengah perkembangan pesat kawasan sekitarnya yang menjadi Kawasan Bisnis.