Share
Inilah Perbedaan Gaya Fashion London, New York, Paris, Milan dan Tokyo
Adelia Ayu
01 September 2021

Sebagai pusat fashion dunia, London, New York, Paris, Milan dan Tokyo memiliki ciri khas berbeda dari fabric cutting, layering hingga tone warna.


Meski memiliki persamaan sebagai pusat fashion dunia dan fashion week, lima kota besar seperti New York, Milan, Paris dan Tokyo memiliki ciri khas gaya busana yang sangat berbeda. Penggunaan bahan, tekhnik jahitan hingga warna menjadi ciri khas masing-masing kota dalam image fashion mereka.

Tidak hanya dipengaruhi oleh perbedaan material atau tone warna, sejarah dan perkembangan fashion di berbagai kota tersebut mempengaruhi style dan juga preferensi gaya para fashionistanya. Dari fashion Kota Paris, Prancis yang menonjolkan kesan elegan dan refined hingga Tokyo, Jepang yang mengutamakan layer dan lebih eksperimental, berikut perbedaan gaya fashion dari empat kota besar pusat fashion dunia:

London, Inggris

Inti dari gaya fashion London adalah tampilan yang terkesan ‘dapper’ atau rapi. Beragam sejarah fashion yang lahir di kota ini, mulai dari revolusi industri, gaya royal family hingga lahirnya gerakan subculture seperti mod dan punk rock. Apabila gaya berkelas dengan suit plus oxford bag terlihat di bagian elit kota seperti Sloane Square, fashionista di sebelah timur London lebih menonjolkan gaya hipster a la Saville Row yang dipenuhi dengan warna, motif dan pieces seperti jaket kulit. Pikirkan perpaduan antara brand Burberry, JW Anderson dan Alexander McQueen. Inti dari gaya fashion London adalah membuat tampilan terkesan ‘preppy’ dengan coat yang dipadukan dengan motif seperti plaids atau floral.

New York, Amerika Serikat

Dijuluki sebagai ‘The City That Never Sleeps’, gaya fashion New York sangat beragam tergantung daerahnya seperti Manhattan, Queens dan Brooklyn, mengingat sejarah Amerika Serikat yang terdiri dari beragam masyarakat. Apabila gaya fashion untuk lelaki lebih mengarah ke clean lines dan slim cut shapes, wanita New York lebih memilih bahan flowy dan pieces yang berkesan casual chic. Kunci dari gaya New Yorker sendiri adalah penggunaan denim, item fashion khas Amerika Serikat. Mulai dari jacket, skirt atau pants, denim menambah kesan kuat gaya New York yang dipadukan dengan sneakers/flats, Parka, atau blazer. Ingat gaya dari brand ikonik Amerika seperti Coach dan DKNY untuk menciptakan gaya New Yorker yang otentik.

Paris, Perancis

Sebagai pusat utama fashion dunia yang melahirkan beragam brand ternama seperti Chanel, Louis Vuitton, Dior dan Celine, Paris memiliki ciri khas fashion yang elegan dan refined. Kunci dari gaya Parisian? perhatikan kerapihan, gunakan pakaian yang menekankan siluet tubuh dan hindari statement prints dan warna bold. Versatile pieces seperti denim, jaket kulit hitam, structured coat, t-shirt/ turtlenecks monokrom yang dipadukan dengan sepatu berbahan kulit atau sneakers putih dan hitam menciptakan tampilan yang simple namun berkelas. Pastikan Anda hanya bermain warna di antara hitam, putih dan abu-abu apabila ingin menciptakan tampilan Parisian Chic.

Milan, Italia

Apabila perancis berpusat pada warna monokrom yang didominasi hitam, putih dan abu-abu, Milan lebih bermain dengan warna earth tone seperti coklat dan biru tua. Ciri khas dari gaya fashion Milan adalah tailored pieces dan celana berwarna putih bagi pria dan pieces berwarna cokelat dan aksesori berbahan kulit untuk perempuan yang terinspirasi dari tampilan brand Italia ternama, Versace, Valentino, Bottega Veneta dan Prada. Untuk aksesori, hindari slouchy items seperti tas punggung, sneakers atau statement accessories dan gunakan oxford shoes, purses dan classic wayfarer untuk melengkapi tampilan. Secara garis besar, Milan fashion look adalah gabungan tailored pieces dan summer vibes.

Tokyo, Jepang

Pikirkan perpaduan antara Yohji Yamamoto, A Bathing Ape, Junya Watanabe dan Rei Kawakubo. Gaya fashion Tokyo menggabungkan potongan longgar seperti baju samurai dari jaman feudal Jepang dengan sisi modern Negara Sakura yang dipenuhi corak dan warna futuristic dan berani. Mengutamakan pieces berwarna berani, padu padan yang heavy dan oversized pieces, fashion style Tokyo bertema outerwear hybrid dan memusatkan pada gaya street style. Kunci dari style fashion ini adalah mentransformasi gaya pekerja Jepang dengan suit dengan aksen oversized dan penambahan aksesori yang berani. Hindari warna monokrom dan fit-body pieces dalam menciptakan gaya ikonik ini.