Share
IBW 2021: Maya Miranda, Sociopreneur Sukses di Era Kartini Modern
Annisa Laksmintari
27 April 2021

Dibutuhkan keberanian, kerendahan hati, dan ketekunan yang melimpah untuk menjadi pengusaha wanita sukses, sociopreneur, dan Kartini masa kini seperti Maya Miranda Ambarsari.


Menjelajahi dunia bisnis yang umumnya didominasi oleh pria dan sekaligus menginspirasi wanita di Indonesia, Maya Miranda Ambarsari menangkap esensi upaya Kartini dalam emansipasi wanita. “Kartini adalah perempuan yang memberi pencerahan pada Indonesia, yang membuat kita bangga sebagai orang Indonesia,” renungnya. “Kartini masa kini dapat melanjutkan perjuangannya dengan menjadi perempuan yang membanggakan orang tua, masyarakat, bangsa dan negaranya dengan membuktikan bahwa perempuan Indonesia mampu mengambil peran multitasking. Fokus, tetap tenang dan lakukan yang terbaik untuk tujuan Anda. Time is the essence, ” ucapnya.

Sering terlihat dalam gaya androgini khasnya, Maya menyebutkan bahwa blazer dan celana sederhana adalah busana andalannya karena kondisi kerjanya yang aktif dan dinamis. “Pada awalnya, orang akan ragu apakah Anda dapat menjalankan bisnis ini, apakah Anda benar-benar mampu atau hanya berfungsi sebagai ikon. Tapi itulah ujian sebenarnya bagi kitapara wanita. Tunjukkan kepada mereka bahwa kita tidak hanya memahami pekerjaan ini, tetapi kami mampu menempatkan diri secara profesional dan unggul dalam situasi sosial, ”jelas Maya.

Mencetak sukses di dunia bisnis, Maya memegang posisi penting dalam serangkaian perusahaan besar dan menghilangkan keraguan bahwa seorang wanita tidak dapat menjabat posisi teratas. Saat ini beliau memegang posisi sebagai pemilik dan Presiden Direktur PT BATAMEC Shipyard dan PT Tri Tunggal Agung Propertindo, serta pemegang saham di PT Merdeka Copper and Gold Tbk. Ia juga pemilik jaringan hotel eksklusif Elliottii, juga merambah dunia fashion dan beauty melalui Gorjes Salon dan Hatice Boutique.

Bagi Maya, menjaga pola pikir positif adalah kunci dalam menangani berbagai bisnis yang dikolalanya. Dalam kesehariannya sebagai pebisnis yang juga mempertahankan tanggung jawabnya sebagai ibu dan istri, Maya tidak pernah melewati hari tanpa merasa bersyukur untuk semua yang dia miliki. Memilih kebahagiaan sebagai standar yang digunakannya untuk mengukur kesuksesannya, Maya juga mencatat aktivitas kesehariannya dalam sebuah jurnal, yang ia gunakan sebagai refleksi diri di setiap akhir tahun. “Jika Anda menghargai kesuksesan dari sudut pandang bisnis, materialistis, atau kecantikan, Anda akan selalu lelah dengan hidup Anda; terus-menerus membandingkan diri Anda dengan orang lain dan berusaha mengejar ketinggalan. Tetapi ketika Anda bersyukur atas apa yang Anda miliki dan apa yang Anda lakukan, Anda akan bahagia. And if you’re happy, you’re successful! ” tutupnya.