Bersantap santai di Da Maria dengan nuansa pesisir Amalfi, menikmati hidangan khas Italia hasil arahan Chef Lorenzo De Petris.
Da Maria hadir di tengah suasana Seminyak yang semarak sebagai osteria modern yang merayakan semangat Italia dalam suasana yang hangat dan mudah dinikmati. Restoran ini dikenal bukan hanya karena makanannya, tetapi juga karena atmosfernya yang terasa akrab sejak pertama kali masuk. Di balik dapurnya, Lorenzo De Petris memimpin sebagai Executive Chef dengan pendekatan yang berakar pada tradisi, namun tetap terbuka terhadap eksplorasi rasa. Lahir dan besar di Piemonte, Italia, ia pun turut membawa salah satu citarasa dari kampung halamannya. “Salah satu yang paling dekat dengan akar saya di Piemonte adalah roasted peppers kami. Bahan ini tumbuh sangat baik di dataran tinggi Bali, dan di Da Maria, kami sajikan dengan salsa verde serta anchovy Italia,” jelasnya.
Walau pernah berpengalaman bekerja di restoran dengan dua bintang Michelin, Chef Lorenzo kini telah menjauh dari fine dining dari segi visi dan style dalam memasak dan menghidangkan makanan. Namun pengalaman dari berbagai dapur ternama di Eropa telah membentuk gaya memasak yang penuh karakter, bahkan hingga hari ini. “Yang tetap saya bawa dari pengalaman memasak di restoran fine dining adalah disiplin, konsistensi, dan kekuatan dalam menjalankan dapur dengan benar,” ujarnya. “Pengalaman-pengalaman itu sangat mendasar bagi pendidikan profesional saya dan terus memengaruhi semua yang kami lakukan hingga saat ini.” Selain di Da Maria, iapun berperan sebagai Executive Chef untuk Luigi’s Hot Pizza, dan Chef patron untuk Mosto, yang keduanya juga merupakan bagian dari Mexicola Group.
Sepuluh tahun sejak dibuka, Da Maria terus berkembang tanpa meninggalkan identitasnya. Interiornya yang terinspirasi dari pesisir Amalfi tahun 1960-an, dengan dominasi warna biru dan putih serta bentuk geometris yang berani, menciptakan ruang yang terasa segar sekaligus familiar. Tempat ini menjadi titik temu yang nyaman untuk berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati waktu bersama. Filosofi ini juga tercermin dalam cara Da Maria melihat makan siang, bukan sekadar jeda, tetapi sebuah tujuan tersendiri.
Kini, Da Maria menghadirkan weekend lunch yang berlangsung setiap Jumat hingga Minggu mulai pukul 12 siang. Konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman makan siang yang santai, namun tetap penuh karakter. Chef Lorenzo menjelaskan, “Makan siang bagi saya adalah tentang duduk bersama orang yang kita nikmati kebersamaannya, berbagi makanan yang enak, dan meluangkan waktu tanpa terburu-buru.” Suasana siang di Da Maria terasa berbeda dengan malam hari, dengan cahaya matahari yang masuk dari atas dan menghadirkan nuansa Mediterania yang ringan. “Kami ingin orang merasa ingin tinggal lebih lama, menikmati momen bersama,” tambahnya.
Menu makan siang di Da Maria menggabungkan hidangan favorit dengan pilihan à la carte yang sudah dikenal. Pilihan ini dirancang untuk mudah dibagikan, mencerminkan tradisi makan bersama dalam budaya Italia. “Makan siang di Da Maria harus terasa segar, cerah, dan mudah dinikmati bersama,” kata Chef Lorenzo. Beberapa hidangan yang menjadi sorotan antara lain calamari Sant’Andrea dengan tinta cumi, balsamic putih, dan arugula, serta burrata dengan tomat panggang kayu dan basil. Hidangan-hidangan ini menonjolkan bahan yang sederhana dengan rasa yang jelas.
Pasta tetap menjadi inti dari menu. Tonnarelli dengan lemon butter yang lembut, udang, dan bottarga Jepang menghadirkan rasa yang ringan namun kaya. Sementara itu, bucatini dengan saus tomat segar dan pecorino romano menawarkan pendekatan klasik yang bersih. Chef Lorenzo juga menghadirkan sentuhan personal melalui beberapa hidangan. “Salah satu hidangan yang sangat saya sukai adalah house-made brass-extruded spaghettoni, disajikan dengan emulsi almond dan jeruk mandarin, serta diberi topping yellowfin tuna yang lezat,” ungkapnya
Untuk pilihan yang lebih mengenyangkan, half chicken diavola dengan cayenne, tangerine, dan rouille menjadi menu yang kuat namun tetap seimbang. Semua hidangan ini dilengkapi dengan pilihan minuman seperti spritz, birra, dan natural wine, menciptakan ritme makan siang yang ringan dan menyenangkan. Chef Lorenzo menegaskan bahwa identitas rasa dari lunch ke dinner di Da Maria tidak berubah, hanya menyesuaikan waktu. “Rasanya tetap sama, hanya mengikuti suasana dan ritme hari,” ujarnya.



