Share
FINALITY by Harry Halim: Sebuah Perjalanan Emosional dalam Koleksi Autumn/Winter 2025
Putrika Annaya Salsabila
25 March 2025

Desainer tanah air ternama, Harry Halim, baru saja memamerkan koleksi Autumn/Winter 2025 yang dramatis dan penuh makna.


Harry Halim kembali mengguncang dunia mode dengan koleksi Autumn/Winter 2025 bertajuk ‘Finality’. Lebih dari sekadar peragaan busana, koleksi ini menjadi manifestasi dari pergolakan emosional yang dialami sang desainer dalam tiga bulan terakhir—sebuah refleksi akan kesedihan, rasa sakit, dan makna kehidupan.

Menjelang usianya yang ke-40 pada bulan April mendatang, ia menuangkan kisah pribadi ini ke dalam setiap jahitan dan potongan busana.

Finality 1

“Saya ingin mempersembahkan koleksi ini untuk Papa yang terbaring sakit sejak Januari lalu. Kondisinya masih ada, tapi setiap hari saya melihatnya kehilangan harapan dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Saya pikir itulah inti dari cerita di balik koleksi ini,” ungkap Harry Halim.

Menghadirkan 33 tampilan, Finality menonjolkan ketajaman teknik tailoring dengan siluet klasik yang dituangkan dalam mantel panjang berbahan wool dan kulit, serta aksen bulu buatan. Jika dibandingkan dengan koleksi sebelumnya, ‘Redemption’, yang dirilis pada November 2024, koleksi ini mengusung pendekatan yang lebih minimalis, namun tetap mempertahankan karakter desain yang kuat dan bercerita.

Finality 2

Seperti musim sebelumnya, Harry Halim menggandeng nama-nama yang sudah lekat dengan identitas labelnya. Jihane Almira Chedid, Egi Fedly, dan Chicco Jerikho kembali melangkah di runway, sementara Adinia Wirasti untuk pertama kalinya turut serta dalam presentasi kali ini.

“Egi Fedly benar-benar karakter yang cocok untuk merepresentasikan brand image saya. Karakternya persis seperti yang saya bayangkan,” ujar Harry Halim, menegaskan bahwa setiap figur yang dipilih memiliki makna mendalam dalam representasi koleksi ini.

Finality 3

Setiap tampilan dalam Finality hadir dalam nuansa hitam pekat yang mendominasi, dipadukan dengan sepatu senada dan aksen merah sebagai ciri khas sang desainer. Sentuhan warna nude juga dihadirkan sebagai simbol kemurnian, menciptakan harmoni yang tajam di tengah estetika kelam yang ditampilkan.

Untuk menghidupkan konsep ini, para model akan mengenakan veil yang membalut wajah mereka, sementara beberapa lainnya akan melengkapi tampilan dengan topi fedora berbahan kulit hitam. Tata rias dari Gummi Arya dan Bella Feryana akan memperkuat nuansa koleksi dengan riasan yang dramatis, sementara tim Mirror Mirror dan Hendro Sudarta menghadirkan gaya rambut punk-wave yang memberi aksen teatrikal yang berani.

Finality 4

Kali ini, Harry Halim kembali berkolaborasi dengan NJS Gold by Naomi, brand perhiasan emas ternama Indonesia yang untuk kedua kalinya menjadi sponsor peragaan busananya. Acara ini sendiri digelar pada Jumat, 21 Maret 2025, di Ciputra Artpreneur, menjadi ajang yang mengukuhkan Finality sebagai pernyataan mode yang lebih dari sekadar estetika.

Dengan Finality, Harry Halim menghadirkan bukan hanya koleksi, tetapi juga sebuah kisah hidup. Ia mengingatkan bahwa di tengah keputusasaan dan kesakitan, masih ada ruang untuk berkarya.