CONSTELLATIONS: GLOBAL REFLECTIONS Persembahkan 20 Karya Seni dalam Bentuk Rotating Sculptures
Dewi Anggriani Siregar
22 November 2022

Sebanyak 20 karya seni dalam bentuk Rotating Sculptures yang akan dipamerkan di Kura-Kura, Bali.


United in Diversity bekerja sama dengan Tri Hita Karana Forum mempersembahkan Constellations: Global Reflections (CGR) yang merupakan sebuah ajang pameran seni unik di ruang terbuka.

Menggandeng Lance Fung dari Fung Collaboratives sebagai curator, pameran ini menampilkan karya 21 seniman kontemporer internasional di tiga lokasi di dalam pulau Kura Kura Bali dari November 2022 hingga November 2023 mendatang.

Para seniman yang tergabung dalam kelompok G20 for Arts berasal dari berbagai usia mulai dari 30 hingga 90 tahun, yaitu: Tony Albert (Australia), Arahmaiani (Indonesia), Dana Awartani (Saudi Arabia), Xu Bing (China), Berkay Bugdan (Turki), Genevieve Cadieux (Kanada), Minerva Cuevas (Meksiko), N. S. Harsha (India), Kota Hirakawa (Jepang), Ilya & Emilia Kabakov (Rusia/Ukraina), Naledi Tshegofatso Modupi (Afrika Selatan), A.D Pirous (Indonesia), Paola Pivi (Italia), Liliana Porter (Argentina), Caio Reisewitz (Brasil), Thomas Ruff (Jerman), Yinka Shonibare CBE (Inggris), Kiki Smith (Amerika Serikat), Kimsooja (Korea Selatan), dan Ben Vautier (Prancis).

CGR sendiri pertama kali diperkenalkan pada ajang B20 (13-14 November 2022). Pameran tersebut dapat dikunjungi publik dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan pada pertemuan tingkat tinggi Tri Hita Karana Forum pada 13-18 November 2022 yang mengundang para delegasi acara Konferensi Tingkat Tinggi G20.

CGR digagas oleh pengusaha, filantropis, dan anggota MoMA International Council, Cherie Nursalim. Acara ini dilangsungkan di Kura Kura Bali, dengan turut mengundang Fung, sosok yang terkenal akan projek-projek seni publik. Keduanya sepakat bahwa instalasi-instalasi seni tersebut harus menyoroti isu perubahan iklim, kesetaraan hidup, dan kolaborasi global dengan menggunakan sejarah kain Bali, proses pembuatan lampion, dan pertunjukan wayang sebagai benang merah konsepnya.

“Constellations: Global Reflections bertujuan untuk mempertegas filosofi hidup khas Bali yaitu Tri Hita Karana,” ujar Lance Fung. “Diartikan secara harfiah sebagai ‘tiga cara mencapai kebahagian atau harmoni,’ filosofi ini mencakup tiga aspek kehidupan di Bali, yakni Tuhan, manusia, dan alam, dengan menempatkan ketiganya sebagai dasar pengembangan di Kura Kura dengan fokus utama kebahagiaan dan sistem berkelanjutan,” imbuhnya.

Dibuat di Bali, ke-20 karya tersebut dicetak secara digital di atas kain yang terbuat dari plastik daur ulang kemudian diaplikasikan pada 10 instalasi menyerupai drum yang digerakkan oleh energi matahari. Dirancang untuk dapat dinikmati di siang atau malam hari, instalasi-instalasi seni ini mengeksplorasi suasana yang tenang dan syahdu, serta melambangkan mercu suar yang mengundang orang dari seluruh dunia untuk bersama melihat karya seni tersebut dan berdiskusi mengenai cara untuk menciptakan masa depan yang lebih kuat dan lebih baik.