Conservation Talk “PEREMPUAN UNTUK ALAM” pada Momen Hari Ibu oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara
Dewi Anggriani Siregar
26 December 2022

Seperti kita ketahui bersama bahwa ketidaksetaraan gender merupakan isu yang mendunia. Tidak hanya di Indonesia dan di lingkungan pekerjaan, ketidaksetaraan gender dialami oleh banyak perempuan di dunia dan termasuk ketika menghadapi perubahan iklim.


Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2022, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggaungkan peranan perempuan dengan tema “Perempuan Untuk Alam” melalui serangkaian kegiatan. Dimulai dari pemberian NatureAward, kampanye ini ditutup dengan acara bincang-bincang “Conservation Talk: Perempuan untuk Alam”, yang diadakan pada Kamis (22/12), di Bentara Budaya Jakarta.

“Lewat tema “Perempuan untuk Alam” kami ingin memperkenalkan sekaligus menyoroti peranan perempuan dalam konservasi. Kampanye ini juga merupakan sebuah penghargaan terhadap para saintis perempuan dan pemimpin perempuan dari berbagai komunitas. Kami juga mengajak setiap orang untuk berefleksi dan berbagi kisah mengenai alam, konservasi, dan para perempuan di baliknya,” ujar Kepala Divisi Komunikasi Sally Kailola selaku moderator dalam Conservation Talk.

Setiap program pelestarian dan perlindungan alam yang dilakukan baik di wilayah perairan maupun terestrial, YKAN pun selalu melibatkan kelompok-kelompok perempuan. Hal ini guna membuka akses sekaligus meningkatkan kapasitas kaum perempuan merupakan bagian dari perjalanan sukses program konservasi.

Acara Conservation Talk ini terbagi ke dalam tiga sesi diskusi. Diskusi pertama dengan tema “Konservasi Alam di Mata Konservasionis Perempuan” yang menghadirkan ExecutiveDirector YKAN Herlina Haryanto, Country DirectorWildlifeConservationSociety Noviar Andayani, dan Senior VP &Executive Chair Konservasi Indonesia MeizaniIrmadhiany. Para pembicara memotret kondisi alam di Indonesia dan bagaimana perempuan diperlukan untuk memberikan perspektif yang berbeda di tingkat tapak hingga di tingkat global. Hal ini berkaitan dengan perempuan sebagai seorang ibu yang bertugas mendidik generasi selanjutnya.

Tema “Media & Komunitas Bicara Tentang Alam,” pada sesi ke dua menghadirkan Senior Editor The Jakarta Post sekaligus anggota Dewan Penasehat YKAN Endy Bayuni, Editor in Chief National Geographic Indonesia Didi Kasim, dan Green GrowthCompactSpecialist YKAN Dina Riska. Sesi ini membahas mengenai peranan media sebagai wadah yang dapat digunakan oleh para pegiat lingkungan pada masa sekarang butuh berkolaborasi dengan komunitas dan netizen untuk menciptakan narasi yang menarik serta menciptakan gerakan sosial yang berorientasi pada dampak perubahan iklim.

Pada sesi terakhir, hadir para penerima NatureAward dari hasil sayembara cerita yang dihelat pada kampanye Hari Bumi 2022. YKAN menerima cerita-cerita menarik mengenai peranan para perempuan inspiratif untuk lingkungan di sekitarnya.

“Sesungguhnya perempuan adalah agen perubahan yang memainkan peranan penting. Perempuan bukan hanya dapat menjadi bagian dari perubahan tetapi juga dapat memimpin gerakan sosial dalam melindungi bumi dan mengelola sumber daya alam secara lestari.” tambah ExecutiveDirector YKAN Herlina Hartanto.

“Demikian, kisah dari para perempuan untuk alam dalam memperingati Hari Bumi, di mana kami ingin memberi apresiasi kepada orang-orang yang telah mendedikasikan diri sepenuh hati untuk Bumi yang kita tinggali. Semoga dengan adanya kegiatan ini, masyarakat terutama kaum perempuan menjadi lebih terinspirasi dalam mengusung isu penting peranan kita semua untuk Indonesia lestari,” pungkas Sally di acara yang didukung oleh Mellisa Karim & Vania Herlambang sebagai Nature Ambassador YKAN.