Bagaimana Keluarga Kerajaan Britania Raya Merayakan Natal?

Profile23 December 2019

By Larasati Oetomo

Bagaimana Keluarga Kerajaan Britania Raya Merayakan Natal?

Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang tradisi Natal di Keluarga Kerajaan Inggris? Apakah mereka juga bertukar kado—apakah mereka juga merajut sweter sebagai kado Natal?


Tradisi Natal modern di Keluarga Kerajaan Inggris sudah dimulai sejak Era Ratu Victoria di abad ke-19. Hingga kini, terdapat beberapa tradisi rahasia keluarga Inggris dalam merayakan hari istimewa ini. Apa saja?

#1 Kebaktian Natal di Sandringham



Sandringham House, Norfolk merupakan tempat pilihan Ratu Elizabeth II sejak awal masa kepemimpinannya untuk melaksanakan ibadah di Hari Natal. Seluruh anggota keluarga umumnya wajib menghadiri misa di Sandringham hingga Tahun Baru.

#2 Kartu Ucapan yang Hangat



Setiap pasangan ataupun keluarga Kerajaan Inggris wajib mengirim kartu Natal setiap tahunnya, sejak tahun 1914. Kartu ini disebar ke banyak orang di seluruh negeri ataupun relasi internasional. Foto keluarga maupun pasangan yang dipilih adalah hal yang paling dinanti-nantikan masyarakat; mulai dari foto keluarga yang serasi oleh fotografer handal hingga foto candid Prince Charles bersama kedua anaknya.

#3 Tukar Kado



Anggota keluarga kerajaan saling bertukar kado pada Malam Natal dan bukan Hari Natal, pada sesi minum teh bersama. Yang mengejutkan, Anda mungkin tidak akan menemukan hadiah super mewah. Mereka lebih memilih hadiah yang relatif tidak mahal namun berkesan, seperti masakan buatan rumah sebagaimana yang biasa diberikan oleh Kate Middleton.

#4 Pohon Natal



Setiap tahunnya, sebuah pohon Natal raksasa dipasang di Istana Buckingham. Prince Philip, pendamping dari Ratu Elizabeth II memperoleh kehormatan untuk memasang hiasan bintang emas di pucuk pohon Natal tersebut.

#5 Puding untuk Semua Orang



Selain membagikan kado untuk staf kerajaan yang sudah lama berbakti, Ratu Elizabeth II juga membagikan puding Natal spesial untuk setiap staf kerajaan. Bahkan, si kecil Prince George juga mulai belajar memasak puding bersama sang ayah dan nenek buyut.