Share
Bagaimana Cara Menjelaskan Rasisme Kepada Anak-anak?
Larasati Oetomo
15 June 2020

Adalah hal yang penting bagi setiap orang tua untuk mengajarkan toleransi dan empati terhadap perbedaan di masa kini. Sudah siapkah kita?


Anak-anak tidak pernah kehabisan pertanyaan-pertanyaan sulit untuk dilontarkan kepada kita sebagai orang tua. Di antara ribuan pertanyaan yang sudah membuat kita merasa tidak kompeten sebagai orang tua tersebut, pertanyaan mengenai perbedaan dan rasisme boleh jadi adalah salah satu pertanyaan yang paling kompleks untuk dijawab.

Belakangan, dengan kasus rasisme yang merebak di seluruh dunia, kita memiliki tanggung jawab untuk membesarkan anak kita sebagai pribadi yang melihat perbedaan sebagai berkah kehidupan alih-alih sebagai ancaman. Sebagai referensi Anda, UNICEF menyusun sebuah panduan mudah dalam menjelaskan rasisme kepada anak dan menyontohkan perilaku inklusif terhadap perbedaan. Panduan ini disusun sesuai tahapan perkembangan anak, mulai dari usia prasekolah hingga remaja awal.

Usia <5

Anak usia di bawah 5 tahun memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Besar kemungkinan ia akan menunjuk dan bertanya tentang rekan sebayanya yang “tampak berbeda” di depan umum. Hal yang terpenting adalah bersikap rileks dan terbuka. Apabila Anda meminta anak Anda diam (biasanya dengan ujaran “hus!”) ia akan terbiasa melihat topik tersebut sebagai sebuah tabu.

Gunakan bahasa sederhana untuk menjelaskan bahwa ia dan temannya mungkin terlihat berbeda, namun juga memiliki banyak kesamaan sebagai sesama manusia. Anggap hal tersebut sebagai hal yang perlu dirayakan, “kita semua sama-sama manusia, namun kita semua juga unik. Hebat, ya?”

Usia 6-11

Anda perlu mengingat bahwa anak usia sekolah dasar memiliki sumber informasi yang luas. Apabila ia mengajukan pertanyaan, cobalah tanyakan dengan baik dari mana ia mendengar atau melihatnya. Ingatlah bahwa Anda tak mesti selalu punya setiap jawaban; berdiskusi dengan anak adalah hal yang wajar. Perhatikan juga sumber-sumber yang acap ia temukan di internet atau media sosial, serta cobalah ajak ia berdiskusi tentang topik-topik tertentu seperti stereotip, perlakuan di sekolah, dan hal-hal yang berkenaan dengan sehari-harinya. Berikan juga contoh yang baik ketika berkomunikasi dengan rekan-rekan Anda dari budaya berbeda.

Usia 12+

Memasuki usia remaja, Anda dapat lebih mudah memperbincangkan hal-hal yang lebih abstrak seperti konsep keadilan, kesetaraan, dan lain sebagainya. Gunakan referensi yang terpercaya dan beri contoh dari berita-berita yang tengah hangat ketika berbincang dengan anak. Anda juga dapat mengeksplorasi tema-tema sejarah yang diajarkan di sekolah.

Cobalah untuk membawa dunia luar ke dalam rumah dengan cara memperkenalkan referensi buku, film, musik, dan makanan dari berbagai budaya. Mengingat bahwa anak usia remaja umumnya telah mengenal media sosial dengan baik dan mulai mengekplorasi pertemanan lebih luas, dukung mereka untuk mengenal orang-orang dari budaya berbeda. Apabila ia juga berpartisipasi untuk menyuarakan isu rasisme di media sosial, berikan masukan terkait bagaimana cara menyampaikan ide dengan baik. Menjadi vokal terkait isu penting dengan cara yang tepat adalah hal yang baik.