Bagaimana Bisnis Bertahan Selama Pandemi? Strategi yang Dipilih Instagram dan Grup Besar Lainnya

Tech & biz05 May 2020

By Larasati Oetomo

Bagaimana Bisnis Bertahan Selama Pandemi? Strategi yang Dipilih Instagram dan Grup Besar Lainnya

Pandemi global telah mendorong para pengusaha untuk memikirkan kembali cara mereka menjalankan bisnis mereka, mengubah prioritas, dan mengambil keputusan eksekutif seperti yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya.


Mulai dari restoran hingga startup digital, para pemimpin bisnis di Indonesia berbagi cerita dengan HighEnd tentang strategi bisnis selama masa pandemi, sementara mempertahankan kehidupan produktif para karyawan.

JASON STRAUSS – CO-FOUNDER OF TAO GROUP

TAO Group adalah perusahaan restoran dan kehidupan malam terkemuka yang mengembangkan, memiliki, dan mengoperasikan banyak restoran dan tempat hiburan paling terkenal di dunia di bawah berbagai merek termasuk tetapi tidak terbatas pada Tao, Marquee, Avenue, Lavo, Beauty & Essex, Vandal, The Highlight Room, Luchini, dan Koma di pasar utama di seluruh dunia termasuk New York City, Las Vegas, Los Angeles, Chicago, Sydney dan Singapura. Tahun ini, Marquee, Avenue dan Koma merayakan ulang tahun pertama mereka.

Namun, situasi COVID-19 saat ini menangguhkan operasi tempat saat ini. Grup TAO terus mencari cara untuk bertindak cepat dan beradaptasi dengan perubahan, sementara juga mengikuti pedoman pemerintah daerah untuk melindungi karyawan dan pelanggannya. Mereka berencana untuk mengambil langkah-langkah tambahan setelah mendapat lampu hijau untuk membuka kembali. Saat ini, Marquee, Avenue, dan Koma terus berupaya memberikan pengalaman kelas dunia kepada pelanggan mereka. Di Singapura, saat ini TAO mencari cara untuk melibatkan penggemar dan pengunjung mereka tidak hanya secara lokal, tetapi di seluruh dunia, secara digital. Tetap ikuti perkembangan di saluran sosial mereka @marqueesingapore, @avenuesingapore dan @komasingapore untuk informasi lebih lanjut.

PUTRI SILALAHI – COMMUNICATIONS MANAGER OF INSTAGRAM ASIA PACIFIC

Sejak World Health Organization (WHO) menyatakan wabah COVID-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat pada Januari, Instagram telah mengambil langkah-langkah untuk membantu orang mengakses informasi yang akurat, tetap aman, dan tetap terhubung. “Kami berinvestasi membuat fitur dan produk baru untuk memberikan informasi dan sumber daya yang dapat dipercaya tentang COVID-19, bersamaan dengan cara-cara baru bagi pengguna untuk mengekspresikan diri,” jelas Putri. Program tersebut berfokus pada akses informasi yang akurat, peningkatan sumber daya edukasi dalam pencarian Instagram, menambahkan tombol pemberitahuan di bagian atas laman feed untuk negara-negara yang terkena virus, dan menyoroti sumber daya dari organisasi-organisasi terpercaya ketika orang melihat tagar terkait.

Instagram juga menjaga komunitas mereka aman dengan menghapus konten dan akun COVID-19 dari laman rekomendasi kecuali diposting oleh organisasi kesehatan yang kredibel, menghapus klaim palsu dan teori konspirasi, melarang iklan yang menyesatkan, serta menghapus kemampuan untuk mencari filter efek terkait COVID-19, kecuali jika mereka mengembangkan kemitraan dengan organisasi kesehatan terkait. Perubahan lain yang telah dibuat untuk mengatasi krisis adalah meluncurkan fitur Co-Watching yang memungkinkan pengguna untuk melihat posting Instagram bersama dengan teman-teman mereka melalui obrolan video.

REYNOLD WIJAYA – CEO & CO-FOUNDER OF MODALKU

Per November 2019, grup Modalku (yang beroperasi di Singapura dan Malaysia sebagai Lembaga Pendanaan) telah berhasil memberikan hampir Rp11 triliun pinjaman modal kepada UMKM yang sedang berkembang. Meskipun misi inti mereka adalah untuk mendukung pertumbuhan UMKM melalui pinjaman langsung, krisis kesehatan saat ini mengarahkan Modalku ke sektor lain yang membutuhkan bantuan. Bulan lalu, perusahaan mengumumkan kemitraan baru mereka dengan BPJS Kesehatan untuk mendukung sektor kesehatan di Indonesia.

“Melalui kemitraan ini, anggota fasilitas kesehatan BPJS Kesehatan dapat memperoleh fasilitas dana lanjutan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan pasien mereka. Fasilitas ini juga dapat diperluas untuk pemasok di sektor kesehatan,” jelas Reynold. Mengenai berkolaborasi dengan penyedia layanan kesehatan, ia berkomentar, “kami sangat berterima kasih atas kemitraan ini. Tantangan terbesar adalah memastikan keselarasan dengan BPJS Kesehatan untuk memastikan operasi yang efektif, lancar, dan lancar. Membangun kepercayaan, keberpihakan, dan komunikasi yang efektif adalah kunci utama kesuksesan kami,” katanya.

CHEF ANDRY SUSANTO – OWNER OF OMA ELLY'S OPEN KITCHEN PRIVATE DINING

Selama periode Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), akan ada begitu banyak momen dan perayaan yang harus kita lewatkan demi keselamatan dan kesehatan masyarakat, seperti momen untuk merayakan atau sekadar makan di luar bersama orang-orang terkasih. Menyadari hal ini, Chef Andry Susanto, pemilik restoran Oma Elly's Open Kitchen Private Dining yang berlokasi di Jalan Sultan Agung no 7, Setiabudi, Jakarta, mengambil inisiatif untuk membuka Home Delivery Service untuk Gourmet Dining Menu.

Ada 3 divisi dalam Oma Elly Group. Antara lain, Oma Elly yang menyajikan berbagai spesialisasi Italia, mulai dari lasagna hingga tiramisu. Ada juga Wholseome by Oma Elly yang melayani makanan ramah diet keto. Terakhir, ada juga Yumbin yang melayani menu khusus anak-anak. Untuk Oma Elly Private Dining season 3, semua menu akan dikirim ke rumah Anda dalam keadaan segar.