Black Cinema Week: 8 Film Sejarah Kulit Hitam yang Wajib Anda Tonton

Art & Culture10 June 2020

By Larasati Oetomo

Black Cinema Week: 8 Film Sejarah Kulit Hitam yang Wajib Anda Tonton

Tak hanya kepolisian dan pemerintahan, industri sinema di Amerika Serikat acap dikritik akibat terlalu banyak didominasi ras kulit putih baik di balik dan depan kamera. Bahkan, panggung penghargaan film sekaliber Academy Awards acap kali menuai kritik yang dikenal di dunia internet sebagai #OscarsSoWhite.


Beruntung bahwa belakangan ini film yang lebih beragam dan sensitif akan isu sosial mulai bermunculan di dunia sinema arus utama. Barang kali, salah satu yang paling kita ingat adalah demam film karya Marvel, "Black Panther" pada tahun 2018. Meski demikian, di luar film tersebut, berapa banyak di antara kita sendiri yang mengenal film-film yang berkisah seputar orang Afrika-Amerika?

Tak sedikit film yang menguak sejarah dan kebudayaan mereka yang tak hanya apik, namun juga dapat membuka mata kita dan pengetahuan kita tentang isu rasisme yang acap menghiasi kehidupan kita. Apa saja?

HIDDEN FIGURES (2016)

Film ini mengangkat kisah unik dari tiga ilmuwan perempuan keturunan Afrika-Amerika yang berperan penting dalam misi NASA. Film ini menguak isu femininitas dan rasialitas di industri yang didominasi laki-laki berkulit putih dengan gaya yang optimistis dan humoris.

MALCOLM X (1992)

Salah satu karya timeless dari sutradara Spike Lee, “Malcolm X” merupakan sinema kulit hitam ikonis hingga saat ini. Berkisah tentang aktivisme pembebasan ras kulit hitam, plot film ini berputar pada momen-momen penting Malcolm X hingga pembunuhannya pada tahun 1965.

QUEEN OF KATWE (2016)

Film yang dibintangi oleh Madina Nalwanga dan Lupita Nyong’o ini mengungkap kehidupan Phiona Mutesi, legenda catur yang berasal dari perkampungan Katwe di ibu kota Uganda. Lewat alur kisah yang orisinil namun dikemas menarik, film ini berhasil masuk jajaran Toronto International Film Festival.

12 YEARS A SLAVE (2013)

Karya ini cocok bagi Anda yang menghargai sinematografi apik dan tak bermasalah dengan skena R-Rated. Terinspirasi dari buku memoir karya Solomon Northup, “12 Years A Slave” secara brutal membuka noda sejarah perbudakan rasial di tanah Amerika.

BLACKKKLANSMAN (2018)

Buah karya lain dari Spike Lee, kali ini John David Washington dan Adam Driver membawa kita ke era kekuasaan Ku Klux Klan (KKK), sebuah sindikat prosupremasi kulit putih. Alumnus Festival de Cannes ini mengemas kisah detektif dalam humor gelap yang menarik.

MOONLIGHT (2016)

Ingat drama salah penyebutan pemenang Best Picture di panggung Oscars beberapa tahun silam? “Moonlight” yang kala itu mengalahkan hit box office “La La Land” berbicara dari sudut pandang personal seorang remaja kulit hitam yang tumbuh besar dengan berbagai konflik sehari-hari; mulai dari seksualitas, identitas, kekerasan, dan mimpi.

SELMA (2014)

Mengambil set Gerakan Hak Sipil kulit hitam pada pertengahan tahun 1960-an, Ava DuVernay selaku sutradara mengorkestrakan kembali mars berskala besar yang dipimpin oleh Dr. Martin Luther King Jr. dari Selma ke Montgomery untuk menekan presiden Lydon menandatangani Pakta Hak Voting.

13TH (2016)

Film dokumenter yang tersedia di Netflix ini buka-bukaan soal isu keadilan sosial yang acap tak berpihak kepada keturunan Afrika-Amerika, terutama terkait isu penjara dan kejahatan. Edisi spesial dari “13th: A Conversation with Oprah Winfrey & Ava DuVernay” juga tersedia.