Selain Pakai Masker dan Cuci Tangan, Ini 7 Cara Hindari Virus yang Sering Terlupakan

Wellness14 September 2020

By Larasati Oetomo

Selain Pakai Masker dan Cuci Tangan, Ini 7 Cara Hindari Virus yang Sering Terlupakan

Mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun adalah bentuk kebiasaan penting untuk menjaga tubuh tetap sehat di masa pandemi. Meski demikian, itu saja tidak cukup.


Demi menurunkan laju penyebaran Covid-19 di kota-kota besar dan padat, kita mesti lebih ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Kita, misalnya, sudah mulai membiasakan diri membersihkan ruang kerja sebelum dan sesudah digunakan, menghindari menyentuh area wajah, serta menghindari sentuhan langsung dengan sarana dan prasarana publik seperti tombol lift, pegangan ekskalator, dan troli belanja.

Sebagian orang di kota besar juga mulai menumbuhkan kesadaran untuk tes rapid maupun swab secara berkala serta melakukan isolasi diri selama setidaknya tiga hari setelah berpergian dari suatu tempat atau merasa tidak enak badan. Penurunan aktivitas skala besar juga dapat membantu mengurangi risiko penularan virus corona.

Dengan begitu banyak tindakan preventif, mengapa tingkat penularan di kota-kota besar masih begitu tinggi? Pemprov Jakarta, misalnya, kembali menetapkan kebijakan PSBB total demi menekan pertambahan kasus positif.

Tahukah Anda bahwa terdapat banyak bentuk kebiasaan yang tak kalah penting untuk menjaga kesehatan selain hal-hal di atas? Sayangnya, kebiasaan-kebiasaan ini tidak mendapat perhatian sebanyak kebiasaan lainnya.

Sekarang adalah saatnya meningkatkan kesadaran kita untuk menjalankan kebiasaan-kebiasaan sehat dan higienis di bawah ini:

#1 Menjaga kuku tangan tetap pendek, bersih, dan rapi

Bahkan ketika kita sudah sering cuci tangan, sela-sela kuku merupakan sarang kuman dan penyakit yang cukup sulit dibersihkan. Lupakan sejenak nail art cantik dan kuku panjang serta lentik. Sekarang kita perlu membiasakan manikur pendek yang rapi untuk menghindari kuman masuk ke sela-sela jari.

#2 Mandi minimal dua kali sehari, bahkan ketika di rumah aja

Berapa banyak di antara kita yang jadi semakin malas mandi selama WFH? Mandi dua kali sehari merupakan ritual yang tidak bisa ditawar bahkan ketika Anda tidak keluar rumah. Akumulasi kuman dan bakteri yang bersarang di kulit dapat memperlemah imun tubuh kita dan membuat kita rentan terserang penyakit.

#3 Keramas setiap kali kembali dari suatu tempat

Rambut merupakan area tubuh yang paling mudah terpapar segala jenis partikel mikro hingga makro. Terlebih, rambut adalah bagian yang paling dekat dengan area wajah Anda yang semestinya steril dari berbagai macam kontak, seperti mata dan mulut. Pastikan Anda segera keramas setiap dari luar rumah. Untuk menghindari rambut kering dan rusak karena terlalu sering keramas, pastikan Anda memakai kondisioner dan vitamin rambut secara teratur.

#4 Tidak terlalu banyak menyentuh masker wajah

Hindari menggerak-gerakkan posisi masker wajah ketika dikenakan, menarik masker ke bawah dagu, serta menyentuh bagian depan maupun belakang masker dengan jari Anda. Ingat, hanya sentuh bagian pengait. Ketika berada di tempat umum, pastikan Anda hanya membuka masker ketika makan atau minum. Perhatikan pula penyimpanan masker ketika sedang dilepas. Ada baiknya Anda meletakkannya di atas selembar tisu dan bukan di sembarang tempat.

#5 Memakan makanan segar dan bernutrisi

Siapa di sini yang lebih sering pesan antar makanan selama WFH? Selain memiliki risiko kontaminasi kontak, makanan pesan antar bisa merusak pola makan dan kebutuhan energi Anda. Jangan hanya mengandalkan sumber vitamin sintetis—memakan makanan buatan sendiri yang bergizi seimbang dan segar adalah hal yang Anda butuhkan dalam jangka panjang.

#6 Sterilisasi peralatan makan

Kini, alat pensteril peralatan makan bukan hanya untuk botol bayi saja. Mengingat bahwa peralatan makan akan menyentuh tangan dan mulut Anda, pastikan bahwa peralatan makan yang Anda pakai di mana saja—baik di rumah maupun di luar—sudah disterilisasi dengan baik.

#7 Keluarlah dan hirup udara segar

Eits, jangan bingung dulu. Penurunan aktivitas di luar rumah dan kewajiban masker juga memiliki efek samping bagi kesehatan Anda. Tingkat aktivitas yang rendah tentu tidak baik untuk kebugaran Anda, sementara pemakaian masker seharian membuat Anda bernapas udara lembap dan menumbuhkan sarang bakteri baru di balik masker Anda.

Sesekali, keluarlah di saat matahari terbit ketika jalanan sedang sepi. Jalan santai di ruang terbuka adalah kesempatan Anda untuk menghirup udara segar, menyerap vitamin D, dan menjaga tubuh tetap aktif.