6 Mitos Tentang Kulit Sehat

Beauty29 October 2019

By Larasati Oetomo

6 Mitos Tentang Kulit Sehat

Siapa yang tak ingin memiliki kulit sebening Song Hye Kyo? Banyak wanita kini berlomba-lomba untuk memiliki kulit sehat dan sempurna.


Memang, standar kecantikan yang paripurna—kulit bening, kenyal, bersinar, tanpa cela—telah membentuk bagaimana kita mempersepsi kondisi kulit kita sendiri. Namun, tahukah Anda bahwa beberapa kepercayaan tentang kulit sehat yang sering beredar sehari-hari ternyata tak lebih dari mitos? Berikut adalah 5 mitos tentang kulit sehat yang paling umum ditemui sehari-hari:

Tidak membutuhkan perawatan

Setiap kulit membutuhkan perlindungan, bahkan ketika ia bebas masalah sekalipun. Apabila Anda memiliki kulit normal dan sehat, Anda tetap perlu mengenakan tabir surya, pelembab, dan pembersih wajah yang sesuai dengan kebutuhan Anda sehari-hari untuk menghindari dampak lingkungan dan penuaan.

Perlu rangkaian perawatan yang panjang

Sebaliknya, sebagian dari kita meyakini bahwa untuk memiliki kulit sehat, terdapat banyak langkah dan produk yang perlu diaplikasikan pada wajah. Namun, jangan lupakan bahwa nutrisi, faktor lingkungan, aktivitas tubuh, dan kesehatan psikologis juga amat mempengaruhi kondisi kulit Anda. Rutin belorahraga, mengonsumsi makanan kaya nutrisi, serta menjaga diri dari pikiran negatif merupakan inti dari memiliki kulit sehat.

Dari segi perawatan kulit, Anda perlu cermat memilih produk yang sesuai dengan tipe dan kondisi kulit Anda. Anda juga perlu mempelajari kandungan dan cara kerja produk satu dan lainnya untuk menghindari reaksi kulit yang tidak diinginkan. Memilih produk natural dan hyposensitive, serta “mengistirahatkan” kulit dari rangkaian produk juga penting.

Bersifat permanen

Kenyataannya, kondisi kulit Anda sering kali dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Pernahkah Anda pergi berlibur ke tempat yang sangat dingin dan mengalami permasalahan kulit yang tidak pernah Anda alami sebelumnya? Sebagaimana demikian, kulit yang terasa lebih berminyak di hari yang amat panas belum tentu merupakan tanda bahwa kulit Anda bermasalah. Tetap jaga asupan air dan nutrisi seimbang saat kondisi lingkungan berubah drastis, serta sediakan produk perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit dan perubahan lingkungan tersebut.

Bebas cela

Pori-pori kulit yang terlihat terasa bagai mimpi buruk bagi beberapa perempuan. Namun, sebelum membeli lima produk pengecil pori-pori, memiliki pori-pori wajah adalah hal yang sama sekali normal. Apabila pori-pori tersebut tidak terlalu tampak jelas pada jarak pandang normal, terutama di T-zone, Anda tak perlu benar-benar mencemaskannya. Sebaliknya, Anda perlu memerhatikan gestur tangan ketika mencuci wajah, mengeksfoliasi, dan mengaplikasikan produk kulit agar tidak memperbesar pori-pori wajah.

Anda bisa saja memiliki kulit normal dan menemukan satu-dua jerawat hormonal ketika PMS. Namun, selama ia dapat sembuh dengan minim perawatan atau tidak sama sekali serta tidak meluas ke daerah kulit lain, Anda tidak perlu terlalu mencemaskannya.

Berwarna amat cerah

Tingkat kecerahan kulit wajah yang sehat selalu tampak merona dan natural dengan keseluruhan tone kulit Anda. Trik mudahnya, Anda dapat membandingkan kulit wajah Anda dengan bagian tubuh yang cenderung paling cerah seperti bagian dada, perut, dan paha.

Warna kulit wajah yang terlalu cerah dan/atau pucat justru dapat menandakan bahwa Anda memakai bahan yang berbahaya atau lebih rentan terhadap faktor lingkungan seperti sinar UV.

Tidak berkerut meski berusia matang

Semakin dewasa, kulit kita secara alami kehilangan elastisitasnya. Sedikit kerutan wajah, sesuai dengan usia seseorang, merupakan hal yang umum. Anda tidak perlu berharap kondisi wajah Anda di usia 50 masih sama dengan 20 tahun yang lalu. Hal yang dapat Anda lakukan adalah menghindari penuaan dini dan rutin merawat kulit sejak usia 20-an.

FOTO Needpixel, Pexel