Share
Wuthering Heights 2026: Transformasi Margot Robbie & Jacob Elordi dalam Visi Berani Emerald Fennell
Listya Manopo
11 February 2026

Kisah cinta legendaris karya Emily Brontë kembali hidup dalam balutan yang lebih gelap, sensual, dan modern. Wuthering Heights (2026) hadir bukan sekadar adaptasi, melainkan reinterpretasi berani yang memikat—dengan Margot Robbie dan Jacob Elordi sebagai pusat magnetismenya.


Dari Warner Bros. Pictures dan sineas peraih Academy Award Emerald Fennell, Wuthering Heights versi terbaru ini menjadi salah satu film paling dinantikan tahun 2026. Dikenal lewat gaya penyutradaraan yang tajam, estetis, dan penuh lapisan psikologis, Fennell menghadirkan imajinasi baru atas novel klasik Emily Brontë—mengubahnya menjadi pengalaman sinematik yang terasa intens sekaligus kontemporer.

Sorotan utama tentu jatuh pada Margot Robbie sebagai Cathy dan Jacob Elordi sebagai Heathcliff. Robbie tampil dengan pendekatan yang lebih kompleks dan berani, mengeksplorasi sisi rapuh sekaligus liar dari Cathy. Penampilannya digambarkan bukan sekadar romantis, tetapi juga penuh gejolak emosional yang subtil. Aura glamor yang selama ini melekat pada Robbie dipadukan dengan kedalaman karakter yang lebih gelap, menghasilkan transformasi yang menjanjikan salah satu performa paling menarik dalam kariernya.

Sementara itu, Jacob Elordi membawa interpretasi baru pada Heathcliff—karakter ikonik yang dikenal misterius dan penuh obsesi. Dengan postur tinggi dan karisma yang kuat, Elordi menghadirkan sosok Heathcliff yang magnetis namun penuh lapisan emosional. Ia tidak hanya menampilkan sisi kelam karakter tersebut, tetapi juga menghadirkan sensitivitas yang membuat dinamika hubungan antara Cathy dan Heathcliff terasa lebih intim dan intens. Chemistry keduanya menjadi elemen sentral yang membuat kisah cinta ini terasa hidup kembali bagi generasi baru.

Dari sisi visual, film ini juga menjadi suguhan gaya yang tak kalah memikat. Emerald Fennell kembali bekerja sama dengan jajaran kolaborator kelas dunia, termasuk sinematografer peraih Oscar Linus Sandgren dan desainer kostum Jacqueline Durran. Estetika yang dihadirkan memadukan nuansa klasik dengan sentuhan modern yang refined. Tata busana dan produksi dirancang untuk menegaskan atmosfer dramatis sekaligus memperkuat identitas karakter—menjadikan setiap adegan terasa seperti potret artistik yang emosional.

Wuthering Heights Still 01

Menariknya, Fennell tidak sekadar mengulang kisah klasik, melainkan menafsirkannya melalui perspektif yang lebih berani dan orisinal. Ia menggali tema gairah, obsesi, dan batas tipis antara cinta dan kehancuran dengan pendekatan yang terasa relevan dengan dinamika hubungan masa kini. Interpretasinya menghadirkan “Wuthering Heights” sebagai kisah yang tidak hanya romantis, tetapi juga eksploratif terhadap sisi manusia yang paling intens.

Elemen musik pun mendapat perhatian khusus, dengan komposisi dari Anthony Willis serta lagu orisinal yang menambah sentuhan kontemporer pada film ini. Kombinasi visual sinematik, tata artistik yang detail, dan scoring yang emosional membangun atmosfer yang imersif tanpa kehilangan esensi klasiknya.

Dijadwalkan tayang secara internasional mulai Februari 2026, Wuthering Heights versi Emerald Fennell diprediksi menjadi salah satu film drama-romantis paling stylish tahun ini. Lebih dari sekadar adaptasi sastra, film ini tampil sebagai statement artistik—menghadirkan Margot Robbie dan Jacob Elordi dalam interpretasi yang berani, sensual, dan penuh intensitas.