Share
Tehillim: Maria Shandi Membawa Penyembahan yang Tulus dari Hati
Hasya Notarbartolo
05 June 2026

Maria Shandi kembali membawakan “Ku Percaya JanjiMu” dalam Tehillim: The Heart of Worship, menghadirkan pesan iman, pengharapan, dan janji Tuhan yang kekal.


Bagi Maria Shandi, musik selalu lebih dari sekadar penampilan di atas panggung. Di tengah perannya sebagai ibu, musisi, sekaligus membantu bisnis keluarga, penyembahan tetap menjadi bagian yang melekat dalam kesehariannya. Ketulusan itulah yang kini ia tuangkan dalam Tehillim: The Heart of Worship, sebuah proyek yang menghadirkan pengalaman worship sinematik yang sarat makna.

Dalam proyek ini, Maria kembali membawakan lagu “Ku Percaya JanjiMu”, sebuah karya yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan iman dan karier musiknya selama lebih dari 15 tahun. Namun, kembali menyanyikan lagu yang begitu dekat dengan dirinya ternyata bukanlah perkara mudah.

“Saya pernah menyanyikan lagu ini bertahun-tahun yang lalu, tetapi sekarang saya membawakannya lagi dengan aransemen yang benar-benar baru,” ujarnya. “Saya harus menghadirkan jiwa yang baru ke dalam musik dan aransemennya.”

Namun, tantangan terbesar ternyata bukan terletak pada teknik vokal atau proses rekaman. Bagi Maria, hal yang paling penting adalah memastikan setiap lirik benar-benar hidup dan memiliki makna yang tulus.

Maria Shandi

“Bagian tersulit adalah memastikan saya tidak hanya menyanyikan lagunya,” katanya. “Saya ingin benar-benar menghidupi setiap liriknya, sehingga ketika orang mendengarnya, pesan yang terkandung di dalamnya bisa sampai ke hati mereka.”

Kejujuran emosional itulah yang membuat “Ku Percaya JanjiMu” terasa begitu istimewa. Menurut Maria, lagu ini berbicara tentang salah satu fondasi terpenting dalam iman Kristen: janji Tuhan. Namun bukan janji tentang kehidupan yang selalu mudah atau bebas dari kesulitan, melainkan janji yang bersifat kekal.

“Lagu ini berbicara tentang janji Tuhan,” jelasnya. “Tetapi bukan janji bahwa hidup di dunia akan selalu nyaman atau mudah. Janji terbesar adalah suatu hari nanti, bagi mereka yang setia mengasihi Tuhan, Dia akan datang kembali dan membawa kita pulang untuk hidup bersama-Nya selamanya.”

Pesan itulah yang ingin Maria tinggalkan bagi setiap pendengar. Lebih dari sekadar memberikan penghiburan sementara, ia berharap lagu ini dapat menjadi pengingat akan harapan yang melampaui berbagai tantangan dan ketidakpastian hidup.

Maria Shandi

Dari seluruh lirik yang ada dalam lagu tersebut, ada satu bagian yang selalu menyentuh hatinya setiap kali dinyanyikan: “Tuhan, ku percaya janji-Mu, dalam hidupku, Kau beri kemenangan.”

Bagi Maria, lirik tersebut selalu membawanya kembali pada pemahaman tentang kesetiaan Tuhan dan janji kekal yang telah diberikan-Nya. “Setiap kali saya menyanyikannya, saya kembali diingatkan bahwa suatu hari nanti, di mana Tuhan berada, di situ juga kita akan bersama-Nya untuk selama-lamanya,” tuturnya.

Melalui Tehillim: The Heart of Worship, Maria Shandi menghadirkan lebih dari sekadar sebuah penampilan musikal. Ia menghadirkan kesaksian iman yang lahir dari pengalaman hidup, ketulusan hati, dan keyakinan yang telah ia pegang selama bertahun-tahun. Tidak ada upaya untuk menghadirkan kemegahan berlebihan atau pertunjukan yang spektakuler. Justru dalam kesederhanaan dan ketulusannya itulah kekuatan pesan yang disampaikan terasa begitu mendalam.

Karena pada akhirnya, penampilan yang paling berkesan bukanlah yang paling megah, melainkan yang benar-benar datang dari hati.