Sejak 2021, Pieter Mulier telah meneruskan warisan Azzadine Alaïa dengan melakukan pembaharuan kreatif pada rumah mode Alaïa. Kini, sang desainer asal Belgia tersebut mundur dari rumah mode Paris ini.
Usai koleksi Alaïa Fall/Summer 2026 ditampilkan, Pieter Mulier mundur dari jabatannya sebagai direktur kreatif. Untuk sementara waktu, studio in-house-nya akan melanjutkan
pekerjaan kreatif selama periode transisi sambil menunggu direktur kreatif baru.

Didirikan pada 1964 oleh Azzedine Alaïa, Maison Alaïa dibangun atas misi jelasnya, yaitu merayakan kekuatan feminin dan keindahan abadi melalui kerajinan yang luar biasa.
CEO Maison Alaïa, Myriam Serrano, mengatakan bahwa rumah mode ini dengan tulus mengucaptakn terima kasih atas komitmen dan visi Pieter Mulier yang menandai babak penting dalam evolusi Maison Alaïa. Dalam beberapa tahun terakhir, kolaborasi antara desainer dan timnya telah membentuk pembaharuan kreatif yang memperkuat relevansi, kredibilitas, dan pengakuan global merek tersebut, meluncurkan lebih dari satu produk terlaris — termasuk tas Le Teckel.

Selama masa jabatannya, Mulier memposisikan ulang Alaïa untuk generasi baru. Koleksi-koleksinya menyeimbangkan referensi arsip dengan konstruksi kontemporer: pakaian rajut menjadi lebih terstruktur, kulit lebih lentur, dan pendekatan rumah mode yang berfokus pada bentuk tubuh ditegaskan kembali tanpa terasa ketinggalan zaman. Peragaan busananya, yang seringkali berskala intim, menghindari kemewahan dan menekankan pada potongan, material, dan proporsi. Pakaian siap pakai diperlakukan dengan perhatian setingkat haute couture, memperkuat komitmen rumah mode terhadap keahlian.

Pengaruh Mulier terasa baik secara komersial maupun budaya. Ia mengembalikan relevansi Alaïa dalam lanskap mode Paris sambil mempertahankan pendekatan tradisionalnya yang bersifat pribadi dan berpusat di atelier. Tokoh-tokoh industri sering menggambarkan koleksinya sebagai koleksi yang dipikirkan secara mendalam, bukan sekadar nostalgia, yang berlandaskan rasa hormat terhadap arsip dan pemakainya. Koleksi terakhirnya untuk rumah mode tersebut, yang dipentaskan di Paris Oktober lalu, merupakan sebuah kemenangan, melanjutkan evolusi Alaïa yang tenang dengan pakaian yang terasa disengaja, bertekstur, dan dirancang untuk bertahan lebih dari satu musim.
Menurut rumor yang beredar di industri mode, desainer asal Belgia ini sedang dipertimbangkan sebagai calon direktur kreatif Versace berikutnya, menyusul kepergian Dario Vitale — mantan direktur desain Miu Miu — yang meninggalkan rumah mode yang didirikan oleh Gianni Versace Desember lalu, hanya tiga bulan setelah debutnya di panggung peragaan busana. Pengumuman dari Prada Group diperkirakan akan dilakukan minggu depan.
Photo courtesy of Alaïa




