Share
Raya 2026 Buttonscarves, Saat Budaya Menjadi Inspirasi
Annisa Laksmi
17 March 2026

Buttonscarves menghadirkan Raya 2026 campaign dengan pendekatan cultural storytelling yang hangat dan reflektif.


Lebih dari sekadar perayaan Lebaran, campaign ini mengajak audiens melihat Raya sebagai perjalanan makna, di mana inspirasi budaya menjadi inti dari setiap desain. Tahun ini, Buttonscarves mengambil inspirasi dari Mesir dan Maroko, dua destinasi dengan identitas budaya yang kuat. Keduanya dikenal dengan warisan sejarah, tradisi seni, dan karakter visual yang khas. Dari sinilah narasi Raya 2026 dibangun, tidak hanya sebagai koleksi, tetapi sebagai cara untuk mengenal budaya di balik setiap motif.


Melalui campaign ini, audiens diajak menelusuri sumber inspirasi secara lebih dekat. Lanskap kota, situs bersejarah, hingga keseharian masyarakat lokal menjadi bagian dari cerita yang kemudian diterjemahkan ke dalam desain. Hasilnya bukan hanya visual yang indah, tetapi juga kaya akan suasana dan makna.



Egypt Series menghadirkan nuansa megah yang terinspirasi dari budaya Mesir. Motif lotus menjadi elemen utama, simbol kehidupan dan pembaruan yang selaras dengan refleksi Ramadan dan semangat baru saat Hari Raya. Motif ini diolah dengan pendekatan modern, menciptakan keseimbangan antara tradisi dan gaya masa kini.


Sementara itu, Moroccan Series menonjolkan sisi artistik Maroko melalui inspirasi zellige, mosaik tradisional dengan pola geometris khas. Pola ini diinterpretasikan ulang menjadi desain yang terasa segar, namun tetap mempertahankan esensi budaya asalnya.



Koleksi ini juga dilengkapi dengan lini apparel yang membawa semangat storytelling yang sama. Motif Monogram B yang ikonik hadir sebagai pengikat identitas visual, menciptakan rangkaian yang terasa kohesif dan selaras.


Lebih dari estetika, campaign ini merefleksikan makna Raya sebagai musim berbagi. Nilai kebersamaan, kepedulian, dan kemurahan hati menjadi benang merah yang menguatkan keseluruhan cerita.



“Raya selalu menjadi momen yang bermakna bagi komunitas kami,” ujar Linda Anggrea, CEO Buttonscarves. Berawal dari ruang tamu kecil, Buttonscarves kini berkembang secara global, dengan lebih dari 50 toko di Asia Tenggara, menghadirkan desain yang tidak hanya indah, tetapi juga penuh cerita.