Tiga dekade setelah Romanza mengubah perjalanan kariernya menjadi fenomena global, Andrea Bocelli membawa warisan musik tersebut ke Indonesia dalam dua pertunjukan istimewa di Borobudur dan Jakarta.
Tiga puluh tahun setelah pertama kali dirilis, Romanza kembali menemukan panggung baru di Indonesia. Album yang mengukuhkan nama Andrea Bocelli sebagai salah satu suara paling dikenal dalam dunia classical crossover tersebut akan dirayakan melalui dua pertunjukan istimewa pada 31 Oktober dan 3 November 2026.
Dipromotori oleh Shoemaker Live dan Jakarta International Expo (JIExpo), dengan Bank SMBC Indonesia dan BNI sebagai pihak yang mempersembahkan, Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary akan berlangsung di Borobudur, Magelang, kemudian berlanjut di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kehadiran ini sekaligus menjadi momen istimewa bagi Bocelli, lebih dari satu dekade setelah konsernya di Jakarta pada 2011.
Dirilis pada 1996 dan diperkenalkan secara internasional setahun kemudian, Romanza menjadi salah satu album terpenting dalam perjalanan karier sang tenor Italia. Di dalamnya terdapat sejumlah lagu yang kemudian menjadi identitas musikal Bocelli, seperti “Con Te Partirò”, “Vivere”, “Per Amore”, “Il Mare Calmo Della Sera”, “Caruso”, dan “Vivo per Lei”. Album ini juga memuat “Time to Say Goodbye”, duet ikonis bersama Sarah Brightman.
Dengan penjualan sekitar 20 juta kopi di seluruh dunia, serta sertifikasi Platinum dan Diamond di lebih dari 20 negara, Romanza melampaui batas genre dan geografis. Kesuksesannya turut memperkuat posisi classical crossover sebagai jembatan antara kemegahan opera dan daya tarik musik populer.
Namun, kekuatan Romanza tidak hanya terletak pada pencapaian komersialnya. Bagi banyak pendengar, lagu-lagu di dalamnya telah menjadi soundtrack berbagai momen personal—mulai dari pernikahan dan perayaan hingga kenangan keluarga dan perjalanan emosional yang sulit dilupakan. Tiga dekade kemudian, hubungan tersebut tetap membuat album ini terasa relevan.
“Lagu yang paling ikonis dan paling membekas bagi para pendengar adalah ‘Con Te Partirò’,” ujar Andrea Bocelli. Ia memastikan lagu tersebut akan hadir dalam penampilannya di Indonesia, membawa kembali melodi yang telah menjadi bagian dari memori jutaan pendengar di berbagai belahan dunia.
Pemilihan Borobudur sebagai salah satu lokasi pertunjukan pun menghadirkan dimensi tersendiri. Di tengah lanskap warisan budaya Indonesia, suara Bocelli akan membawa repertoar klasik yang telah melintasi generasi, menciptakan pertemuan antara musik, sejarah, dan tempat dengan karakter yang luar biasa.
Bagi Shoemaker Live, pertunjukan ini bukan sekadar perayaan sebuah album. “Tiga puluh tahun setelah dirilis, Romanza terus memiliki daya tarik karena musiknya mampu melampaui bahasa, genre, dan generasi,” ujar Prajna Murdaya, Founder Shoemaker Live.
Dua pertunjukan di Indonesia tersebut pada akhirnya menjadi perayaan atas warisan musik yang timeless sekaligus pengalaman live yang intim dan emosional—sebuah kesempatan bagi generasi yang telah mengenal Romanza sejak awal maupun pendengar baru untuk menikmati kembali kekuatan musik Andrea Bocelli dalam suasana yang istimewa.




