Merayakan kemerdekaan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti berani menjadi diri sendiri.
Merayakan Hari Kemerdekaan tidak selalu harus besar dan meriah. Bagi Nada Puspita, makna tersebut justru terasa lebih dalam saat dirayakan secara personal. Lewat “Puspa: Her Freedom, Her Expression”, sebuah intimate gathering di Urban Forest Cipete, kemerdekaan dihadirkan sebagai sesuatu yang dekat dengan keseharian perempuan.
Acara ini mempertemukan 30 NPWoman, anggota dari komunitas Nada Puspita, dalam suasana yang santai dan hangat. Dalam acara ini, setiap peserta diajak untuk melihat kembali apa arti merdeka bagi dirinya sendiri. Bagi sebagian, mungkin itu tentang keberanian memilih jalan hidup. Bagi yang lain, bisa jadi tentang ruang untuk berkarya dan menyuarakan isi hati.
Salah satu momen yang paling terasa adalah sesi melukis bersama Bartega Studio. Setiap peserta memulai dari kanvas dengan ilustrasi yang belum selesai, lalu mengembangkannya sesuai imajinasi masing-masing. Tidak ada hasil yang benar atau salah. Yang ada hanya proses, eksplorasi, dan cerita di balik setiap goresan warna.
Suasana semakin hidup lewat games ringan dan reflection time. Di sini, para peserta berbagi cerita tentang karya mereka. Percakapan mengalir tanpa dibuat-buat, menciptakan rasa koneksi yang jarang ditemukan di acara yang lebih formal.
Momen ini juga menjadi perayaan untuk hadirnya Puspa Collection. Terinspirasi dari Anggrek Bulan dan karakter Pesisir Batik, koleksi ini hadir dengan warna dan motif yang kuat namun tetap mudah dipakai. Mulai dari scarf hingga berbagai pilihan ready-to-wear, setiap desain terasa seperti perpanjangan dari ide yang sama: bahwa setiap perempuan berhak mengekspresikan dirinya dengan cara yang paling jujur.





