Pelajari kesalahan perawatan rambut keriting yang sering menyebabkan frizz, kering, dan kurang definisi. Temukan cara merawat rambut curly agar tetap sehat, lembap, dan bouncy setiap hari.
Memiliki rambut keriting adalah anugerah yang unik dan memikat. Teksturnya yang penuh karakter mampu memberikan tampilan yang kuat dan berbeda.
Namun di balik keindahannya, rambut keriting membutuhkan perawatan khusus. Banyak pemilik rambut curly tanpa sadar melakukan kebiasaan yang justru membuat rambut menjadi kering, mudah patah, sulit diatur, dan kehilangan definisinya.
Jika rambut keriting terasa semakin frizzy dan lepek, mungkin sudah waktunya meninjau kembali rutinitas perawatan yang selama ini dilakukan.
Salah satu kesalahan paling umum adalah menggunakan produk yang tidak sesuai. Rambut keriting cenderung lebih kering karena minyak alami kulit kepala sulit menyebar sepanjang batang rambut yang melengkung.
Penggunaan sampo dengan kandungan sulfat atau alkohol tinggi dapat menghilangkan kelembapan alami dan memperparah kondisi rambut.
Untuk menjaga hidrasi, pilihlah sampo bebas sulfat, conditioner yang melembapkan, serta produk styling yang memang diformulasikan untuk mempertegas ikal tanpa membuatnya kaku.
Terlalu sering mencuci rambut juga menjadi pemicu utama rambut keriting kehilangan kelembapan. Berbeda dengan rambut lurus, rambut keriting tidak membutuhkan keramas setiap hari.
Idealnya, rambut dicuci dua hingga tiga kali seminggu. Di sela waktu tersebut, metode co-washing atau mencuci menggunakan conditioner saja dapat membantu mempertahankan kadar air alami rambut sekaligus menjaga kelembutannya.

Kebiasaan menyisir rambut dalam kondisi kering juga kerap menyebabkan kerusakan. Rambut keriting yang disisir saat kering lebih rentan patah dan mengembang tidak beraturan.
Cara terbaik untuk mengurai rambut adalah saat basah dan sudah diberi conditioner, menggunakan sisir bergigi jarang atau jari tangan agar pola ikal tetap terjaga.
Selain itu, melewatkan trim rutin dapat membuat ujung bercabang semakin parah dan merusak tampilan keseluruhan rambut. Memotong ujung rambut setiap delapan hingga dua belas minggu membantu menjaga bentuk ikal tetap hidup dan mengurangi risiko patah.

Pengaplikasian produk styling pada rambut yang sudah kering juga sering menjadi penyebab kurang maksimalnya hasil akhir. Produk akan lebih meresap dan terdistribusi merata jika diaplikasikan pada rambut dalam kondisi lembap atau setengah basah. Cara ini membantu menjaga definisi ikal sekaligus mengunci kelembapan lebih lama.
Faktor cuaca juga tidak boleh diabaikan. Kelembapan udara yang tinggi dapat memicu frizz berlebih, sementara udara kering membuat rambut semakin rapuh.
Menyesuaikan produk dengan kondisi cuaca, termasuk menggunakan produk anti-humidity, dapat membantu menjaga bentuk ikal tetap rapi sepanjang hari.
Terakhir, penggunaan alat panas tanpa perlindungan dapat merusak struktur alami rambut keriting. Jika ingin melakukan styling dengan panas, pastikan selalu menggunakan heat protectant.
Memberikan jeda dari penggunaan alat styling panas dan membiarkan rambut tampil alami juga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatannya dalam jangka panjang.
Merawat rambut keriting sebenarnya bukan tentang mengikuti tren, tetapi memahami kebutuhan tekstur alaminya. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum ini dan menerapkan rutinitas yang tepat, rambut keriting dapat tampil lebih sehat, terdefinisi, dan berkilau alami setiap hari.





