Share
ArtSwara Hadirkan Vintage Sounds, Bawa Penonton Kembali ke Masa Keemasan Musik Indonesia
Regina Olivia Arismunandar
19 February 2026

Vintage Sounds persembahkan rangkaian penampilan lagu-lagu legendaris era 1980—1990 dengan konsep live variety show yang baru, menjadikan pertunjukan tersebut sebagai pengalaman emosional dan ajaib lintas generasi.


Rumah produksi seni pertunjukan ArtSwara berhasil membawa penonton ke dalam perjalanan menuju masa lampau. Dengan konsep segar live variety show, pergelaran “Vintage Sounds” yang diadakan di Ciputra Artpreneur Jakarta pada 17 Februari 2026 sukses menjembatani keluarga lintas generasi melalui alunan musik bertaraf tinggi. Sesuai dengan tajuk acaranya, pertunjukan musik ini menyuguhkan lagu-lagu Indonesia hits era 1980—1990 yang dibalut dengan aransemen orkestra yang megah dan harmonis, berlatarkan panggung dengan dekorasi retro.

Vintage Sounds ArtSwara

Kesuksesan dari malam penuh keajaiban dan nostalgia ini berupakan perwujudan dari visi Maera selaku produser eksekutif sekaligus penggagas acara. Ia mendedikasian “Vintage Sounds” sebagai bentuk penghormatan mendalam bagi kedua orang tuanya. "Apresiasi luar biasa dari seluruh penonton malam ini adalah kehormatan yang tak terlukiskan. Tujuan kami menghidupkan kembali memori keluarga melalui lagu-lagu era 80–90an sebagai pengalaman lintas generasi benar-benar terwujud dengan indah," ungkap Maera.

Malam yang meriah itu dibuka dengan komposisi nomor legendaris bertajuk “Alam Maya” yang dipopulerkan oleh The Kids Brother di tahun 90-an. Seketika, suasana ruang teater berubah menjadi perjalanan menyusuri lorong waktu dengan penonton yang sangat antusias. Lebih lanjut, keseruan acara bertambah dengan kehadiran duo pembawa acara ikonis, Indra Bekti dan Indy Barends yang semakin memperkuat suasana tahun 90-an dalam gaya khas mereka yang sangat menghibur, jenaka, dan santai.

Vintage Sounds ArtSwara Gabriel Harianto Titiek Puspa

Setelah penampilan yang meriah dan penuh semangat, suasana berubah menjadi syahdu ketika penyanyi teater Gabriel Harvianto membawakan lagu “Cinta” dalam segmen spesial untuk mengenang dan menghormati seniman besar Indonesia, Titiek Puspa. Lagu tersebut dinyanyikan dengan penuh penghayatan, menjadikan momen tersebut emosional dan mengharukan.

Konser musik ini menjadi ajaib dan spektakuler juga berkat Tohpati Orchestra. Aransemen berformat Bi Band yang diusun Tohpati memberikan napas baru yang segar dan groovy pada lagu-lagu klasik seperti “Selamat Datang Cinta,” “Asmaraku Asmaramu,” hingga “Cinta dan Damai” tanpa menghilangkan jiwa asli dari lagu-lagu tersebut.

Vintage Sounds ArtSwara Maera Bimazeno Taufan Puro

Tidak hanya alunan pop, “Vintage Sounds” juga menghadirkan rap dari legenda Iwa K yang juga secara energik berkolaborasi bersama Maera, BimaZeno, dan Taufan Purbo, menyajikan “Dansa Yuk Dansa” dengan sangat menggelegar, menjadikan penampilan tersebut salah satu sorotan pada malam itu.

Tidak hanya dari sisi audio, aspek visual dari rangkaian pertunjukan ini dilengkapi Garapan artistik dari Gallaby yang memukau lewat paket lengkap tarian dan nyanyian. Pelukis seni pasir Vina Candrawati juga dengan sangat puitis mengiringi jalannya cerita. Penampilan kelompok pemandu sorak dari A Team Cheerleader yang tampil sangat istimewa menghadirkan atraksi yang luar biasa memukau penonton. Suasana juga semakin menghibur dengan sesi impersonation oleh Gilang Dirga yang menirukan gaya khas koreografer dan sutradara Ari Tulang.

Vintage Sounds ArtSwara Gilang Dirga

Melalui "Vintage Sounds", ArtSwara tidak hanya menyuguhkan konser musik bertema baru variety show, tetapi sebuah perayaan budaya yang emosional dan penuh warna, energi dan tentu saja format baru bagi pencinta musik Indonesia dan audiens yang lebih besar lagi bukan tidak mungkin kelak industri hiburan pergelaran langsung seperti ini akan bertumbuhan dan menjadi sumber ekonomi baru untuk Indonesia.