Berkolaborasi dengan maestro orkestra Erwin Gutawa, Afgan akan menghadirkan konser tunggal bertajuk Afgan Retrospektif: The Concert pada 18 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center.
Afgan secara resmi mengumumkan rencana konser tunggal terbarunya bertajuk Afgan Retrospektif: The Concert yang akan diselenggarakan pada 18 Juli 2026 di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center. Dalam konser ini, sang penyanyi solois ternama itu akan berkolaborasi bersama maestro orkestra Erwin Gutawa–menghadirkan pertunjukan dengan konsep grand symphonic universe. Konser tersebut akan menjadi perayaan 18 tahun karya Afgan dalam balutan simfoni megah yang menyatukan musik, visual, dan cerita dalam satu pengalaman menyeluruh.
Bagi Afgan, konser ini memiliki makna yang sangat personal bagi dirinya. “18 tahun bukan waktu yang sebentar, melainkan perjalanan panjang yang membentuk saya hari ini. Melalui tema Retrospektif, konser ini menjadi ruang refleksi dari semua cerita. Saya melihat perjalanan saya ke belakang, tetapi bukan untuk kembali ke masa lalu, melainkan untuk memahami diri saya saat ini dengan lebih baik. Konser ini juga menjadi bentuk persembahan untuk para penggemar yang setia menemani perjalanan saya sejak awal hingga sekarang. Terima kasih untuk semua yang terus ada. Kalian adalah bagian dari cerita ini,” ungkapnya.
Afgan Retrospektif: The Concert juga menjadi momen spesial karena merupakan kolaborasi kembali Afgan dan Erwin Gutawa setelah 11 tahun, sejak konser tunggal Afgan pertamanya, Dari Hati, pada 2015.
Erwin Gutawa menunjukkan antusiasmenya dalam mempersiapkan konser ini. “Saya bangga melihat perjalanan Afgan selama ini, baik dari sisi interpretasi, eksplorasi musikal, hingga kedewasaan dalam menyampaikan emosi melalui lagu. Ia berkembang menjadi musisi yang semakin matang dan jujur dalam menyampaikan emosi lewat karya-karyanya, konser ini akan menjadi pertunjukan yang berkesan,” ucap Erwin.
Sang maestro orkestra juga menambahkan bahwa proses aransemen musik untuk Afgan Retrospektif: The Concert dirancang secara khusus sejak tahap konseptual, sehingga tidak hanya memperkuat karakter lagu-lagu Afgan, tetapi juga menghadirkan warna baru yang relevan dengan perjalanan artistiknya saat ini.
Lebih dari sekadar pertunjukan, panggung yang dihadirkan merupakan gabungan dari konser-konser sebelumnya, menjadikannya bukan hanya megah, tetapi juga menyimpan cerita yang begitu bermakna. Menggunakan pendekatan “mirroring visual” dengan layar reflektif dan inverted projection, konser ini menggabungkan elemen dari konser-konser Afgan sebelumnya sehingga menciptakan pengalaman visual yang lebih imersif dan tanpa batas. Sentuhan baru dari tata visual, pencahayaan, dan desain artistik tersebut memperkuat pengalaman storytelling dalam setiap segmennya.





