Eugene Museum Bali, Eksplorasi Seni dan Alam dengan Karya Seniman Kontemporer Asal JepangĀ
Dikelilingi oleh situs Warisan Dunia, Pura Tanah Lot, dan dekat dengan kawasan Canggu, Eugene Museum di Bali dengan Eugene Kangawa/ Eugene Studio (Eugene), rencananya akan dibuka di Nuanu, Tabanan pada awal tahun 2026.
Perancangan arsitektur museum akan dipimpin oleh arsitek ternama Indonesia, Andra Matin, peraih Aga Khan Award for Architecture 2023. Museum permanen dengan karya Eugene ini, merupakan bagian dari kota seluas 44 ha di Tabanan, Bali, yang bertujuan untuk mengintegrasikan gaya hidup, seni, pendidikan, dan kesadaran lingkungan yang diselimuti oleh lanskap laut dan hutan yang subur, akan mencakup area seluas lebih dari 1 hektar dengan konstruksi seluas 3,000 meter persegi.
Museum permanen di Bali ini, yang didirikan melalui beragam koneksi dan pertemuan, mewakili bentuk museum baru yang muncul dari Asia, menampilkan inisiatif kolaboratif yang inovatif. Bali dianggap sebagai episentrum Asia, tidak hanya karena letak geografisnya yang berada di garis khatulistiwa dan berada di pusat dunia, namun juga karena perpaduan unik antara kekayaan budaya tradisional dan lingkungan alam yang subur. Keunikan ini menarik banyak orang dari seluruh dunia, menjadikannya salah satu tempat paling tanpa batas di Asia dalam hal kewarganegaraan. Semua elemen ini selaras dengan tema simbiosis Eugene. Mereka yang menyukai konsep museum diharapkan untuk bergabung dengan inisiatif baru ini dari Asia dan sekitarnya seiring dengan kemajuan rencana tersebut. Salah satu kolaborasi awal adalah dengan Andra, yang menafsirkan konsep museum karya Eugene dan mengintegrasikannya secara indah dengan filosofi tradisional desa Bali kuno.
Arsitektur dan lanskap dirancang dengan gangguan minimal dengan kegiatan tanpa sedikitpun merusak pohon-pohon yang ada dengan mempertahankan lingkungan alam yang ada di lokasi. Di area yang berdekatan dengan museum, telah dibuka sebuah sekolah internasional di kota di Tabanan, Bali bernama Nuanu City ini juga menyelenggarakan berbagai program publik. Eugene bersimpati dengan konsep perkembangan sosial, pendidikan dan budaya ini.
Eugene Museum bertujuan untuk menawarkan pengalaman mendalam kepada semua generasi dengan perspektif baru. Rencananya juga mencakup perpustakaan, Program Menginap pasca-penutupan, dan kafe diruang masuk. Museum yang memberikan pengalaman indah dan menakjubkan ini akan menampilkan sekitar 15+ instalasi permanen, termasuk karya khasnya yaitu 'Sea Garden', 'Goldrain', dan 'Everything Shines', selaras dengan tema simbiosis Eugene yang sudah lama ada. Sehubungan dengan proyek ini, ruang persiapan museum seni didirikan tahun lalu di Jakarta. Bertempat di gedung yang sama dengan kantor pusat Art Jakarta, ruang persiapan ini didedikasikan untuk berfungsi sebagai fasilitas eksperimental museum, menempatkan modelskala mini dan karya seni kecil.