Kolaborasi Nadech & Minnie i-dle di Henry’s First Dates, Romcom Thailand yang Manis dan Menghibur
Menghadirkan kisah cinta yang harus dimulai dari awal setiap hari, Henry’s First Dates memadukan humor khas Thailand, romansa yang menggemaskan, dan pesan sederhana tentang arti mencintai seseorang berulang kali.
Ada sesuatu yang menarik dari gagasan jatuh cinta kepada orang yang sama setiap hari. Premis inilah yang menjadi inti Henry’s First Dates, film komedi romantis Thailand yang terinspirasi dari film Hollywood 50 First Dates (2004), tetapi membalik perspektif cerita dengan menjadikan sang pria sebagai tokoh yang kehilangan ingatan setiap kali bangun tidur. Film ini dibintangi Nadech Kugimiya sebagai Henry dan Minnie Nicha Yontararak, anggota grup K-pop i-dle, sebagai Lucy.
Henry adalah pria ramah dan pencinta hewan yang mengelola penginapan kecil di Thailand Selatan. Hidupnya berubah ketika bertemu Lucy, seorang pilot balon udara yang jatuh hati kepadanya. Masalahnya, Henry selalu melupakan kejadian sehari sebelumnya. Bagi Lucy, setiap hari menjadi kesempatan baru untuk memenangkan hati pria yang sama, sekaligus menghadapi tantangan dari keluarga dan orang-orang terdekat Henry.
Daya tarik film ini terletak pada cara ceritanya mengolah situasi yang berulang menjadi sumber komedi sekaligus momen romantis. Humor khas Thailand terasa melalui tingkah keluarga Henry yang penuh warna, sementara latar pesisir, pemandangan alam, dan suasana tropis memberikan sentuhan visual yang menyegarkan. Hasilnya adalah tontonan ringan yang tidak berusaha menjadi terlalu rumit, tetapi tetap menyimpan ruang untuk emosi.
Nadech tampil dengan pesona hangat dan sisi jenaka yang membuat Henry mudah disukai. Sementara itu, Minnie membawa energi manis sebagai Lucy, dengan peran utama ini menjadi debut layar lebarnya. Dinamika keduanya menjadi salah satu alasan untuk mengikuti perjalanan hubungan mereka, terutama ketika Lucy harus terus mencari cara baru untuk mendekati Henry.
Meski berangkat dari kisah yang sudah dikenal, Henry’s First Dates menawarkan penyegaran melalui pertukaran peran, karakter pendukung yang menghibur, dan nuansa keluarga yang cukup kuat. Premis kehilangan ingatan memang membuka peluang bagi sejumlah situasi yang terasa berulang, tetapi film ini tetap punya daya tarik bagi penonton yang mencari hiburan romantis tanpa beban.
Di balik semua kelucuannya, film ini mengajak penonton memikirkan satu hal: apakah cinta hanya bertahan karena kenangan, atau juga karena kesediaan untuk terus memilih seseorang? Tanpa perlu mengungkap kejutan ceritanya, Henry’s First Dates menjadi pilihan menyenangkan bagi pencinta romcom yang ingin tertawa, tersenyum, dan sedikit terbawa perasaan.