Share
30 Tahun Erajaya Group, Perkuat Diversifikasi Menuju Fase Berikutnya
Afrida Damayanti
05 October 2026

Tiga dekade bertransformasi, Erajaya kini hadir sebagai smart lifestyle retailer yang melengkapi kebutuhan konsumen dari teknologi hingga gaya hidup.


Memasuki usia ke-30, Erajaya Group terus mempertegas transformasinya dari perusahaan distribusi perangkat telekomunikasi menjadi smart lifestyle retailer. Portofolio bisnisnya kini mencakup tiga vertikal utama: Digital, Active Lifestyle, serta Food & Nourishment.

Hingga Semester I 2026, Erajaya mengoperasikan lebih dari 2.500 gerai di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Jaringan ini didukung lebih dari 22.000 karyawan dan ekosistem 18,4 juta anggota MyEraspace. Sepanjang semester tersebut, perusahaan menambah 173 gerai baru. Erajaya Digital mengoperasikan 1.920 gerai, Erajaya Active Lifestyle 256 gerai, dan Erajaya Food & Nourishment 90 gerai, sementara jaringan internasional di Singapura dan Malaysia mencakup 240 gerai. Bisnis di luar kategori digital menyumbang sekitar 12% dari total penjualan Group pada Semester I 2026. Pada FY2025, Erajaya membukukan penjualan tahunan sebesar Rp76 triliun.

Budiarto Halim, President Director & Group CEO Erajaya, mengatakan bahwa perjalanan 30 tahun perusahaan diwarnai perubahan teknologi dan kebutuhan konsumen yang makin beragam. Kondisi tersebut mendorong Erajaya mengembangkan bisnis melampaui kategori digital.

"Erajaya hari ini merupakan buah dari perjalanan dan langkah diversifikasi terukur yang kami lakukan untuk menjawab dinamika kebutuhan konsumen," ujar Budiarto. Ia menambahkan bahwa bertumbuhnya kontribusi vertikal nondigital menjadi cerminan bahwa pengembangan tersebut mulai memberikan kontribusi nyata bagi bisnis.

Kemitraan dengan lebih dari 30 brand kelas dunia menjadi salah satu penopang strategi ini. Melalui Erajaya Active Lifestyle, Group menghadirkan XPENG di kategori kendaraan listrik, GENTLEWOMAN untuk fashion, serta ANTA, Under Armour, dan Wilson di kategori olahraga. Di vertikal Food & Nourishment, Erajaya memperluas portofolio lewat CHAGEE dan tengah mempersiapkan kehadiran I'm donut? serta Oriental Kopi di Indonesia.

Erajaya Group

"Perubahan preferensi konsumen menjadi kompas utama kami dalam melangkah dan mengembangkan bisnis Erajaya," kata Budiarto. Menurutnya, peran Erajaya kini berkembang lebih dari sekadar penyedia satu kategori produk, melainkan mitra yang melengkapi berbagai aspek kehidupan sehari-hari konsumen.

Pengembangan portofolio tersebut ditopang ekosistem omnichannel yang mengintegrasikan gerai fisik, platform digital, dan program loyalitas Eraspace. Konsumen dapat mencoba produk langsung di toko, lalu mencari informasi, membandingkan pilihan, dan bertransaksi melalui kanal digital.

Seiring pertumbuhan bisnis, Erajaya juga memperkuat komitmen keberlanjutan. Lewat Wana Erajaya, perusahaan menjalankan konservasi dan carbon offsetting melalui reforestasi serta pengelolaan hutan berkelanjutan, dengan potensi offset emisi sekitar 1.922 tCO2e. Di bidang pendidikan, Program Penguatan & Kerjasama Vokasi Erajaya sejak 2019 telah menjangkau lebih dari 3.000 siswa dan menjalin kemitraan dengan 221 sekolah di 29 provinsi.

Sementara itu, Erajaya Sustainable Gadget mendorong pengelolaan e-waste yang bertanggung jawab berdasarkan prinsip ekonomi sirkular. Inisiatif seperti erafone Jaga Bumi dan Urban Republic Zero Waste menyediakan titik pengumpulan limbah elektronik di sejumlah lokasi ritel. Sejak diluncurkan pada 2024, sebanyak 4.238 gadget rusak atau tidak terpakai telah didaur ulang oleh mitra.

Perayaan 30 tahun Erajaya mengusung tema "Towards the Next Era–A Legacy of Innovation, a Future of Possibilities" dengan semangat #EranyaKita. Ke depan, Erajaya akan memperkuat bisnis inti sambil menjajaki peluang di berbagai segmen gaya hidup secara selektif dan terukur. Sebagai bentuk apresiasi, tersedia pula berbagai promosi dan penawaran spesial hingga akhir tahun.

"Kami ingin Erajaya terus tumbuh, tidak hanya dalam skala perusahaan, tetapi juga dalam relevansi, ketangguhan, dan keberlanjutan," tutup Budiarto.